Maskurdi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Lailatul Ijtima PRNU Tanjung Bahas Keutamaan Memuliakan Tamu
NU MERAWAT JAGAD MEMBANGUN PERADABAN

Lailatul Ijtima PRNU Tanjung Bahas Keutamaan Memuliakan Tamu

Tanjung, 15 Agustus 2026 — Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Tanjung kembali melaksanakan kegiatan Lailatul Ijtima’ pada Sabtu malam Ahad, 15 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut digelar di kediaman KH. Gazali selaku tuan rumah.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah pembacaan dan pengkajian kitab, yang membahas tentang keutamaan memuliakan tamu. Pembahasan memberikan pesan penting bahwa menerima dan menghormati tamu bukan sekadar tradisi sosial, tetapi juga merupakan amal yang memiliki nilai keutamaan di sisi Allah SWT.

Dalam pembacaan kitab disampaikan bahwa setiap tamu yang datang ke rumah seseorang pada hakikatnya membawa rezeki bagi tuan rumah. Bahkan, setelah tamu tersebut pulang, dosa-dosa tuan rumah mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Karena itu, kedatangan tamu hendaknya disambut dengan rasa syukur, keramahan, dan penghormatan.

Kisah Sahabat yang Memuliakan Tamu

Dalam kajian tersebut juga disampaikan sebuah kisah tentang Nabi Muhammad SAW dan seorang sahabat yang menunjukkan betapa tinggi nilai memuliakan tamu.

Dikisahkan, suatu ketika Nabi Muhammad SAW kedatangan seorang tamu, sementara beliau tidak memiliki sesuatu yang dapat disuguhkan. Rasulullah SAW kemudian menawarkan kepada para sahabat siapa yang bersedia menerima dan menjamu tamu tersebut.

Ada seorang sahabat yang bersedia menerimanya. Padahal, makanan yang dimilikinya hanya cukup untuk anak-anaknya. Namun, demi memuliakan tamu Rasulullah SAW, makanan tersebut diberikan kepada tamu.

Sang sahabat kemudian mematikan lampu dan berpura-pura ikut makan agar tamunya tidak merasa sungkan. Sementara itu, tamu tersebut makan hingga makanan yang tersedia habis. Kisah ini menggambarkan pengorbanan dan keikhlasan seorang sahabat dalam memuliakan tamu, sekalipun dirinya sendiri berada dalam keterbatasan.

Kisah Perempuan Salehah dan Kambing yang Mengeluarkan Susu serta Madu

Pembacaan kitab juga mengangkat kisah lain tentang seorang perempuan salehah yang dikenal memiliki keistimewaan. Pada masa dahulu, terdapat kebiasaan di sebagian masyarakat kampung untuk tidak mendatangi atau berkunjung kepada perempuan, meskipun perempuan tersebut dikenal sebagai orang yang salehah.

Namun, ada seseorang yang mencoba datang untuk menguji kesalehan perempuan tersebut. Ia melihat bahwa perempuan itu memiliki seekor kambing yang dapat mengeluarkan susu sekaligus madu.

Orang tersebut kemudian bertanya dan perempuan itu menceritakan asal mula keistimewaan kambing tersebut.

Dahulu, perempuan itu memiliki seekor kambing yang sangat kurus. Ketika hari raya tiba, suaminya berniat menyembelih kambing tersebut. Namun, sang istri menolaknya karena kambing itu merupakan satu-satunya harta yang mereka miliki.

Pada malam harinya, datang seorang tamu mengetuk pintu rumah dan meminta izin untuk menginap. Karena tidak memiliki sesuatu yang dapat disuguhkan, perempuan tersebut meminta suaminya agar kambing mereka disembelih untuk menghormati tamu.

Suaminya awalnya tidak bersedia. Namun, perempuan tersebut terus memintanya demi memuliakan tamu hingga akhirnya kambing itu disembelih.

Setelah darah kambing jatuh dan kambing tersebut dipotong-potong oleh sang suami, tiba-tiba masuk seekor kambing lain ke dalam rumah. Mereka mengira kambing tersebut adalah kambing kurus yang baru saja disembelih. Padahal, kambing yang telah disembelih sudah dipotong-potong.

Kambing yang datang kemudian itulah yang memiliki keistimewaan, yakni mengeluarkan susu dan madu. Kisah tersebut menjadi gambaran tentang keberkahan yang diperoleh karena memuliakan tamu, sekaligus mengajarkan bahwa pengorbanan untuk menghormati tamu tidak akan sia-sia.

Menjaga Tradisi Memuliakan Tamu

Melalui pembacaan kitab pada Lailatul Ijtima’ tersebut, jamaah PRNU Tanjung diajak untuk terus menjaga tradisi memuliakan tamu, khususnya di tengah kehidupan masyarakat yang semakin modern.

Memuliakan tamu tidak harus dengan hidangan yang mewah. Yang lebih utama adalah keikhlasan, keramahan, penghormatan, dan kesediaan berbagi apa yang dimiliki. Bahkan dalam kondisi terbatas sekalipun, seseorang tetap dapat memperoleh keberkahan apabila mampu menerima tamu dengan hati yang tulus.

Kegiatan Lailatul Ijtima’ PRNU Tanjung di kediaman KH. Gazali tersebut menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus memperdalam pemahaman keagamaan melalui tradisi pembacaan kitab. Nilai-nilai yang dikaji diharapkan tidak berhenti pada forum pengajian, tetapi dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, tradisi menerima dan memuliakan tamu tetap menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Nahdliyin: menjaga silaturahmi, berbagi rezeki, dan mencari keberkahan melalui amal yang sederhana tetapi penuh makna.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post