PENEGUH KENABIAN PENGUAT HATI
Lailatul Ijtima’ PRNU Majungan, Perdalam Makna Surah Yasin melalui Kajian Tafsir
Majungan, 25 September 2026 — Jumat malam Sabtu terasa lebih bermakna bagi warga Nahdlatul Ulama Majungan. Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Majungan kembali melaksanakan Lailatul Ijtima’, Jumat malam, 25 September 2026, bertempat di kediaman KH. Hafiedz, Rais Syuriyah PRNU Majungan.
Lailatul Ijtima’ menjadi salah satu ruang penting bagi warga NU untuk menyambung silaturahmi, memperkuat tradisi keagamaan, sekaligus menambah bekal pengetahuan keislaman. Pada kesempatan kali ini, kegiatan diisi secara khusus dengan pembacaan dan kajian Kitab Tafsir Yasin.
Malam itu, Surah Yasin tidak sekadar dibaca sebagai rangkaian ayat yang telah akrab di lisan masyarakat. Ayat demi ayat juga dikaji untuk memahami pesan dan makna yang terkandung di dalamnya.
Yasin dan Peneguhan Kenabian Muhammad
Dalam kajian Tafsir Yasin dijelaskan bahwa salah satu latar belakang turunnya Surah Yasin berkaitan dengan sikap orang-orang kafir yang tidak mempercayai Nabi Muhammad ﷺ sebagai nabi dan utusan Allah.
Karena itu, Surah Yasin hadir sebagai penegasan atas kerasulan Nabi Muhammad ﷺ. Allah meneguhkan bahwa Muhammad benar-benar utusan-Nya. Bahkan, ketika masih ada orang-orang yang tetap tidak percaya, Nabi Muhammad ﷺ tidak perlu ragu terhadap kerasulannya, sebab Allah sendiri menjadi saksi atas kenabiannya.
Pesan ini menjadi sangat penting. Keimanan tidak semestinya bergantung pada pengakuan manusia. Ketika kebenaran telah ditegaskan oleh Allah, seorang mukmin dituntut untuk tetap teguh, tidak mudah goyah hanya karena penolakan atau keraguan orang lain.
Dengan demikian, membaca Yasin semestinya tidak berhenti pada aktivitas lisan. Di dalamnya terdapat pesan tentang keteguhan iman, keyakinan kepada Allah, dan keberanian memegang kebenaran.
Keutamaan Membaca Surah Yasin
Kajian kemudian berlanjut pada sejumlah keutamaan membaca Surah Yasin yang diterangkan dalam kitab yang dikaji.
Di antaranya disebutkan bahwa membaca Surah Yasin memiliki keutamaan yang besar, bahkan terdapat keterangan bahwa membaca Yasin memiliki nilai seperti membaca Al-Qur’an sebanyak tiga kali.
Dalam kajian juga disampaikan keterangan mengenai kedudukan Yasin dan Taha. Disebutkan bahwa sebelum bumi diciptakan, Allah telah menciptakan Yasin dan Taha 2.000 tahun sebelumnya. Keterangan tersebut menjadi bagian dari pembahasan tentang keistimewaan kedua surah tersebut.
Tidak hanya bagi orang yang masih hidup, Yasin juga disebut memiliki keutamaan ketika dibacakan kepada orang yang sedang menghadapi sakaratul maut.
Dalam penjelasan kajian, apabila seorang muslim sedang menghadapi sakaratul maut lalu dibacakan Surah Yasin, disebutkan adanya malaikat yang mendoakan dan mengantarkan jenazah hingga ke pemakaman. Dalam kajian juga diterangkan berbagai keutamaan yang berkaitan dengan keadaan seseorang di alam kubur, termasuk diringankannya siksa dan dikabulkannya keinginan tertentu.
Yasin untuk yang Hidup
Menariknya, pembahasan tidak hanya diarahkan kepada orang yang sedang menghadapi kematian. Surah Yasin juga memiliki pesan dan manfaat bagi orang yang masih hidup.
Dalam kajian disebutkan beberapa manfaat membaca Yasin, antara lain membantu menghilangkan rasa takut, menjadi wasilah dalam memohon hajat kepada Allah, memohon keselamatan di dunia, memohon agar bencana dijauhkan dari suatu wilayah, serta memohon keselamatan bagi keluarga.
Semua itu tentu menempatkan Yasin bukan hanya sebagai bacaan rutin, tetapi juga sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dan memperkuat doa.
Lailatul Ijtima’: Menghidupkan Tradisi, Menguatkan Hati
Malam semakin larut. Namun suasana kajian justru menghadirkan ketenangan. Pembacaan Yasin yang dilanjutkan dengan kajian tafsir memberikan warna tersendiri bagi Lailatul Ijtima’ PRNU Majungan.
Di tengah kehidupan yang semakin cepat, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa ilmu, doa, silaturahmi, dan tradisi keagamaan harus tetap dirawat.
Lailatul Ijtima’ bukan sekadar agenda berkumpul pada malam Jumat. Ia menjadi ruang untuk menyatukan tiga hal sekaligus: lisan yang membaca, akal yang memahami, dan hati yang menghayati.
Dari rumah KH. Hafiedz malam itu, Surah Yasin kembali dibaca. Tetapi yang diharapkan bukan hanya suara bacaan yang sampai ke telinga. Lebih jauh, pesan Yasin diharapkan sampai ke hati: meneguhkan iman, menguatkan keyakinan, dan mengajarkan manusia untuk selalu bersandar kepada Allah.
Sebab, sebagaimana pesan utama kajian malam itu, ketika manusia meragukan kita, tidak berarti kebenaran menjadi gugur. Allah tetap menjadi saksi atas kebenaran yang Dia kehendaki.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
