Menyala
Menyala
*****
Setiap manusia akan menghadapi kepastian, menjadi tua. Ini merupakan proses yang tidak dapat dihindari, sebuah fase akhir dari siklus kehidupan yang ditandai dengan terjadinya penurunan fungsi fisik. Penuaan ini terjadi karena akumulasi kerusakan sel dan jaringan tubuh seiring berjalannya waktu.
Kehidupan modern dengan kompleksitasnya, kita ketakutan akan penuaan, seperti penglihatan mata mulai kabur, tampak kerutan diwajah, rambut mulai memutih, dan mengalami penurunan stamina. Ironisnya, kita seringkali lupa merawat organ yang paling vital, Otak.
Gaya hidup modern telah menciptakan paradoks, fisik kita tampak muda tetapi otak lebih cepat mengalami penuaan, Brain Rot.
Otak menjadi pasif karena tangan kita terbiasa tidak lepas dari smartphone, dengan scrolling berjam-jam tanpa henti, nyaman dengan konten instan, menerima informasi tanpa berfikir, dan jarang membuat tantangan baru pada pikiran.
Akibatnya fokus terpecah, daya ingat melemah, kreativitas berkurang. Ini tanda penuaan kognitif yang perlahan-lahan berjalan sebelum waktunya. Padahal seharusnya seiring usia bertambah, tetapi tidak harus diikuti otak menjadi menua.
Kondisi seperti ini, manusia seringkali dipaksa untuk terus produktif, rasional, dan efesiensi, tetapi lupa untuk menjaga cahaya spiritual didalam batin. Cahaya spiritual didalam batin adalah daya yang membuat manusia memaknai hidup.
Manusia tidak takjub pada hal-hal yang kecil, tidak bersyukur pada hal-hal yang sederhana, dan tidak bijak pada hal-hal yang baru.
Ketika hal ini hilang, manusia merasakan dunia begitu datar, rutinitas, dan membosankan, akibatnya manusia mulai menua sebelum waktunya.
Padahal menua yang sesungguhnya, bukanlah hanya tentang menuanya fisik, tetapi jiwa yang menua karena kehilangan koneksi dengan Tuhannya.
Menua bukan hanya sekedar bertahan hidup lebih lama, tetapi hati manusia menjadi gelap, kehilangan arah, dan memudarnya cahaya ilahi.
Jika usia manusia diukur dari menyala cahaya spiritual didalam batinnya, " Apakah hari ini merasakan hatinya masih terkoneksi dengan Tuhannya ?". atau manusia tidak menyadari kehadiran Tuhan didalam hatinya.
Akhirnya dengan menyalakan cahaya spiritual didalam batin, manusia tidak hanya dapat mengenal dirinya dan Tuhannya, tetapi juga menjadi lebih dekat kepada -Nya.
Salam Literasi Pariaman, 5/5/26.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
