Media Syofyanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Permata Hati Kami Adalah AmanahMu

Permata Hati Kami Adalah AmanahMu "Kemana Buya Bunda?"

Hari ini libur sekolah bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Ada kebiasaan yang agak berbeda dirasakan oleh kedua permata hati kami. Karena saat mereka bangun tidak mendengar suara buya (panggilan mereka pada ayah) mereka membangunkan.

Alhamdulillah kami dikaruniai Allah dua orang anak sebagai amanah bagi kami. Anak pertama perempuan tanggal 28 Desember ini memasuki usia 5 tahun dan sudah pandai baca Alquran serta telah banyak hapal surat-surat juz 30. Sedangkan anak kedua kami laki-laki tanggal 16 Agustus kemaren genap berusia 2 tahun dan telah mulai belajar membaca Alquran dengan metode Tartil. 'Kakak Nailah' begitu panggilan sayang bagi adek muhammad untuk anak pertama kami

Kakak sudah masuk TK A di TK IT sedangkan adek katanya juga sudah sekolah 'PAUD' tempat kakak karena setiap pagi selalu ikut mengantarkan kakak sekolah (padahal hanya pergi mengantarkan saja). Rutinitas setiap pagi hari sekolah hari ini tidak terlaksana, biasanya yang membangunkan mereka berdua selalu buyanya setiap pulang shalat subuh dari mesjid. Hari ini mereka bangun sendiri, mereka serentak bertanya "kemana Buya Bun?"

Jam 4 dini hari ini suami saya sudah berangkat karena ada kegiatan keluar kota selama 3 hari. Saat saya menulis ini si adek selalu bertanya "kemana buya bun?" Saya jawab "buya ada acara". Adek saat ini emang sedang cerewet-cerewetnya bertanya dan menjawab pertanyaan yang kita lontarkan. Setiap ditanya apa warna (apa warna baju adek?) dia selalu jawab bilu (biru), setiap ditanya kapan (misalnya kapan adek mandi?) jawabnya selalu hali minggu (hari minggu), setiap ditanya dimana (misalnya dimana adek makan atau mandi?) jawabnya selalu tempat tazah (tempat ustazah), setiap ditanya berapa (misalnya berapa rakaat adek shalat magrib/berapa buah adek beli kue?) jawabnya selalu tujuh.

Beda dengan sikakak, setiap minta uang untuk jajan ke sekolah selalu 15 ribu untuk tabungan (10 ribu baru 1, 5 ribu baru 1) dan 2 ribu baru 1 untuk jajan. Begitulah keunikan-keunikan yang Allah anugrahkan kepada makhlukNya.

Setiap dengar suara Azan dari Mesjid, mereka juga selalu menanyakan "Mana Buya bun?" karena kebiasaan mereka berdua selalu ikut ke Mesjid ikut dengan buyanya. Sepertinya bagi mereka berdua Mesjid adalah rumah kedua mereka. Semoga saja kami bisa menjaga amanahMu ya rabb untuk selalu menjaga hati mereka selalu terpaut di "RumahMu"

Muaro Sijunjung Rumah Tahfidz Nailah

1 Desember 2017 M/12 Rabiul Awal 1438 H

(Penulis adalah Alumni MWC 3 Bukit Tinggi dan Kelas Editor Jakarta)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post