Seorang Ibu Melahirkan Monyet
Lanjutan seri "Permata Hati Kami AmanahMu"
Kemarin sore saya bersama sikakak sambil mengisi waktu libur setelah shalat ashar berencana mau beli ice cream di warung dekat rumah, sedangkan siadek masih melanjutkan tidur siangnya. Kami naik motor berdua, ternyata warungnya tempat menjual ice cream tutup. Kami melanjutkan perjalanan menuju pertigaan mencari camilan lain. Ternyata di pertigaan kami menemukan sebuah mobil pick up menjual sate ayam, karena hari libur banyak warung makanan yang tutup maka saya putuskan saja untuk membeli sate ayam tersebut.
Sambil menunggu pesanan dibungkus untuk dibawa pulang, datang dua orang wanita menggunakan motor dengan tujuan yang sama yaitu memesan 7 bungkus sate ayam. Setelah salah seorang wanita duduk di kursi antrean, saya kaget karena ibu tersebut menggendong anak kera yang berwarna hitam. Sikakak yang dari tadi diam ternyata dia memperhatikan dengan seksama anak kera tadi dan langsung berkomentar, "kok monyetnya dikasih pampers juga buk?" Semua yang antri menunggu pesanan, tertawa mendengar komentar kakak.
Antara kera dan monyet ternyata bagi sikakak sama saja, karena dia sering melihat monyet piaraan bapak yang jaga mesjid (garin) dekat rumah. Dalam klasifikasi mahluk hidup, kera dan monyet termasuk dalam orde primata, dimana kera diklasifikasikan sebagai super keluarga Hominoidea sedangkan monyet digolongkan sebagai super keluarga Cercopithecoidea. Cercopithecoidea sering disebut monyet dunia lama. Klasifikasi kera lebih banyak lagi, super keluarga Hominoidea terbagi lagi ke dalam keluarga Hylobatidae seperti Gibbon dan keluarga Hominidae yang didalamnya termasuk orang utan, gorila, dan simpanse.
Biasanya kera tidak memiliki ekor yang tampak karena ekornya pendek nyaris menyerupai tonjolan saja. Kera bisa berdiri tegak dan berjalan dengan kedua kakinya. Kedua tangannya lebih panjang dari kakinya. Dalam bahasa Inggris kera disebut ape.
Sedangkan monyet merupakan primata seperti kera tetapi memiliki tangan yang lebih pendek dari kakinya dan berjalan dengan empat kaki. Biasanya memiliki ekor panjang. Volume otak monyet relatif lebih kecil dibanding kera, begitu juga dengan tingkat kecerdasannya. Dalam bahasa Inggris monyet disebut monkey.
Jadi, berdasarkan ciri-ciri di atas, hewan yang dibawa ibu itu adalah seekor kera. Karena masih penasaran, saya tanya pada ibu yang menggendong kera tadi, "dimana diperoleh ini bu?" Ibu tersebut menjawab, "di Solok Ambah (nama daerah di Sijunjung yang masih banyak hutannya)." Tiba-tiba kakak karena masih penasaran melihat "hewan unik itu", dipeluk dan dicium kepalanya oleh ibu tersebut dengan lugunya bertanya, "kapan monyetnya ulang tahun buk?" semua yang mendengar pertanyaan lugu kakak kembali ketawa. Ibu tersebut menjawab, "umurnya baru empat bulan kak, masih lama lagi, dia ulang tahun" tanpa mempedulikan jawaban dari si ibu, kakak langsung ngomong, "kalau kakak sebentar lagi ulang tahun 5 tahun kan bun?" belum sempat saya mengiyakan pertanyaan kakak, sikakak berkomentar lagi, "monyetnya makan sate juga buk?" kalau kakak iya, makanya kakak ikut dengan bunda. Belum sempat ibu tadi menjawab pertanyaan sikakak, dia ngomong lagi, "berarti iya monyetnya makan sate juga kan? makanya ia ikut dengan ibu beli sate." Semua yang mendengar kembali tertawa. "Pintar kakak ya?" komentar salah seorang ibu yang juga ikut antrean.
Setelah pesanan kami datang, saya langsung menuju tempat parkir motor. Kakak yang masih keheranan dengan hewan itu, sambil membuntuti saya menuju tempat parkiran langsung nanya, "kok ibu itu adiknya monyet bun?" Maksudnya sikakak, adiknya sama dengan anaknya. Karena selama ini setiap ada bayi atau anak kecil yang usianya di bawah sikakak yang di bawa ibu-ibu bertamu ke rumah selalu dipanggil 'adik'. Misalnya tadi pagi ada seorang ibu membawa bayi perempuan bertamu kerumah, sikakak langsung ngomong, "kok pipi adiknya gemuk buk?" maksudnya, pipinya tembem.
Dalam perjalanan pulang, di atas motor kakak masih membahas tentang hewan tadi. "Monyet itu dilahirin kan bun? 'sama dengan kakak dilahirin dari perut bunda' berarti monyet tadi dilahirin dari perut ibu tadi." Belum sempat saya menjelaskan sikakak terus nyerocos, "kalau ayam iya bertelur ndak sama dengan monyet, 'monyet dilahirin sedangkan ayam ditelorin' iya kan bun?"
Sesampainya kami di rumah, sikakak langsung bercerita pada tetangga, "Ma, tadi nailah ketemu sama ibu yang melahirin monyet, 'di bawa sama ibunya monyet tu beli sate', 'cantik monyetnya ma, karena monyetnya perempuan', 'rambutnya hitam, bagus, panjang karena monyetnya dikasih shampo sama ibunya', kalau ndak percaya mama, tanyalah ke bunda"
"Bun, nanti kalau buya sudah pulang, kakak bilang ke buya, 'ada ibu-ibu yang melahirkan monyet ketemu sama kakak waktu beli sate', 'pasti buya terkejut kan bun?' mendengar cerita kakak". "ndak usah bunda yang ngomong ke buya, 'biar kakak aja', 'bunda janji ya?" Saya mengganguk kepala, sembari melihat siadek yang ditinggal sendirian tidur siang di kamar.
Ya, begitulah keunikan yang diberikan Allah kepada anak kecil yang berusia lima tahun terhadap sesuatu yang kelihatannya aneh menurut dia, Semoga Ya Rabb kami bisa menjaga amanahMU.
Muaro Sijunjung, Rumah Tahfidz Nailah
02 Desember 2017 M/13 Rabiul Awal 1439 H
Penulis adalah Alumni MWC 3 Bukit Tinggi dan Alumni Kelas Editor Jakarta
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
