Kala Siadek Galau Di Tinggal Kakak Pulang Kampung
Setiap hari siadek Muhammad dan sikakak Nailah pasti ada adegan bertengkarnya karena masalah yang sepele. Begitulah hari-hariku menemani mereka bertumbuh, kadang ada marahnya kadang ada senengnya dan kadang ada lucunya. Ternyata mempunyai dua orang anak yang berbeda jenis kelaminnya juga ada saling iri-irian, misalnya kalau siadek yang dipeluk, sikakak bilang "bunda hanya sayang sama adek, sama kakak bunda dak sayang".
Tadi malam kakak Nailah mengutarakan niatnya untuk ikut pulang kampung sama Mama Nen (sepupuku yang bekerja buat menu makan untuk anak-anak SDIT dan PAUD yang aku kelola bersama suami). Siadek juga nyelutuk "adek juga ikut sama mama besok ya bun?". Tanpa pikir panjang, aku "iyakan" permintaan mereka berdua. Setelah sholat jumat tadi siang kakak udah siap-siap dengan tas bawaannya yang berisi beberapa potong baju ganti plus jilbabnya sedangkan siadek dengan niat yang setengah-setengah menagih janjinya untuk dibolehkan ikut juga untuk pulang kampung. Akhirnya Adek Muhammad dengan berat hati melepas kakak untuk ikut mama Nen pulang kampung. Baru saja kakak naik bus siadek langsung bilang "Bunda, telefon kakak! udah sampai mana kakak sekarang ya?".
Hari ini aku dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB mengikuti Webinar SALIMAH dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional sekaligus launching Komunitas Orang Tua Bijak (KOB) oleh ibu Nevi (Anggota DPR RI) dan dilanjutkan dengan kegiatan Forum Ilmiah APSI Pusat dari pukul 13.00 sampai dengan pukul 16.00 WIB, dilanjut lagi dengan acara dari Kemdikbud siara Pers tentang "Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19" yang berakhir hampir pukul 18.00 WIB. Selama mengikuti kegiatan yang maraton itu, siadek hampir setiap 10 menit selalu menelefon sikakak untuk sekedar bertanya "udah sampai mana kakak sekarang?", itulah bukti kegalauan si adek dikala ditinggal kakaknya. Bak ibarat pepatah "jika bertemu saling bertengkar dan jika berpisah saling merindu"
Kegalauan siadek memuncak saat sholat magrib tiba, biasanya mereka saling berebutan untuk mengambil wudhu. Adek minta disuruh telefonkan lagi kakak dengan tujuan hanya untuk sekedar menanyakan kakak apakah sudah sholat apa belum. Saking galaunya siadek saat azan isya berkumandang dan aku lagi ikut kelas privat karya inovatif dengan bu Nuraeni, dia minta ditemanin tidur dan ternyata suhu tubuh agak panas (demam). Setiap siadek ditinggal oleh kakak sepertinya dia mengalami kegalauan dengan indikasi suhu badannya meningkat dari biasanya.
Muaro Sijunjung, 07 Agustus 2020 : 23.00 WIB
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
