Perasaan Hati Seorang Ibu Ditinggal Anak
Kesedihan mendalam dirasakan oleh ibu mertuaku hari ini, karena ditinggal oleh seorang anak. Anak sulung laki-laki beliau meninggal pukul 21.30 WIB tadi malam (18 Agustus 2020) akibat gagal gijal dalam usia 50 tahun. Perasaan sedih ditinggal anak ini merupakan peristiwa yang kedua kali yang beliau rasakan, peristiwa pertama terjadi sekitar tahun 2002 yang lalu juga ditinggal anak laki-laki kedua. Ibu mertuaku mempunyai anak semuanya laki-laki yaitu 5 orang dari 4 kali melahirkan. Suamiku terlahir sebagai anak kembar dari kelahiran yang ketiga.
Anaka-anakku mempunyai panggilan kepada abang suami ini dengan panggilan pak wo, beliau mempunyai anak 3 orang anak perempuan dan telah menikah semuanya. Pak wo ini menderita gagal ginjal selama lebih kurang 2 tahun dan harus bolak balik ke rumah sakit 2 kali seminggu untuk cuci darah. Kesedihan mendalam ini juga dirasakan oleh orang-orang kampung karena beliau pernah mengabdi sebagai Marbot mesjid Nagari selama lebih kurang 2 tahun, hal ini dibuktikan dengan banyaknya orang yang ikut dalam penyelenggaraan jenazah seperti mensholatkan dan mengantarkan ke pusara.

Muaro Sijunjung, 19 Agustus 2020 , 22. 45 WIB
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
