Asesmen Diagnostik
APSI Pusat hari ini kembali menggelar Webinar APSI Kekinian V dengan Narasumber Hebat Bapak Dr. Darwis, M.Pd Pengawasa SMP Disdik Kab. Garut, beliau juga menjabat sebagai Sekretaris 2 APSI Pusat. Tema webinarnya adalah Asesmen Diagnostik.
Asesmen Diagnostik adalah asesmen yang dilakukan secara spesifik untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan, kelemahan peserta didik, sehingga pemeblajaran dapat dirancang sesuai dengan kompetensi dan kondisi peserta didik (Kepmendikbud No. 719/P/2020)
Asesmen Diagnostik ini dilatar belakangi oleh beberapa hal yaitu:
(1) Perlunya teaching at the right level (level yang cocok)
(2) Kondisi kompetensi siswa bervariasi
(3) There is No "One Size fits All"
Tujuan dari asesmen diagnostik ini adalah untuk membantu siswa paling terdampak pandemi dan berpotensi paling tertinggal. asesmen ini dilakukan di semua kelas secara berkala untuk mendiagnosis kondisi kognitif dan non kognitif sebagai dampak pembelajaran jarak jauh.
Tujuan asesmen Non Kognitif adalah untuk mengukur aspek psikologi dan kondisi emosional anak, seperti:
kesejahteraan emosi dan sosial emosi siswa, aktivitas selama belajar dari rumah, kondisi keluarga siswa.Sedangkan tujuan asesmen kognitif bertujuan untuk menguji kemampuan dan capaian belajar siswa, seperti:
identifikasi capaian kompetensi siswa hasil asesmen menjadi dasar pilihan strategi pembelajaran memberikan remedial atau tambahan pembelajaran untuk siswa yang paling tertinggal
Maanfaat dari asesmen diagnostik ini adalah:
(a) merencanakan pembelajaran yang efisien
(b) memperoleh informasi yang lengkap tentang siswa (kelebihan/kesulitan) belajar
(c) merancang baseline untuk asesmen belajar lebih lanjut.
Manfaat lainnya adalah untuk membantu guru dalam memperoleh pemahaman situasi terkini,cara pengetahuan dikembangkan, sumber belajar yang diperlukan. dari disi dapat di ambil tindakan untuk mendapatkan hasil belajar yang meningkat.
Tahapan yang dapat dilakukan adalah:
(1) perencanaan
(2) pelaksanaan
(3) diagnosis dan tindak lanjut
Tahapan ini dapat dikembangkan secara teknis menjadi:
(a) menganalisis kompetensi dasar kelas asesmen
(b) mengidentifikasi kompetensi dasar substansial atau prasyarat
(c) menganalisis keterkaitan materi pada KD prasyarat dengan KD dikelas Asesmen
(d) menyusun soal
(e) menganalisi jawaban siswa
(f) menginterpretasikan hasil jawaban siswa
(g) menentukan tindak lanjut
Semoga bermanfaat
#Tulisan Ke-58
#Tagur Hari Ke-19
Muaro Sijunjung, 30 September 2020
Media Syofyanti
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
