Tantangan Guru pada Masa Pandemi
Guru merupakan profesi yang sangat mulia. Menjadi guru di masa pandemi/new normal sekarang ini banyak tantangan yang dihadapi.
Dari Webinar AGFI kemaren yang dipaparkan oleh narasumber Bapak Firlan Mustafa, ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh para guru di masa pandemi/new normal antara lain:
(1). Mampu mengajar jarak jauh/online secara menarik dan menyenangkan
Sebagai guru harus mampu untuk mengajar jarak jauh, karena layanan pendidikan untuk peserta didik harus terlaksana.
(2). Dituntut sebagai pembelajar yang tangguh
Sebagai guru juga dituntut untuk menjadi pembelajar yang tangguh karena keterlaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pasi menggunakan aplikasi-aplikasi digital. untuk itu guru dituntut belajar lebih keras guna menguasai aplikasi-aplikasi digital tersebut.
(3). Lebih sadar dan sabar akan peran sebagai pendidik
Di era pandemi/new normal ini dituntut kesadaran dan kesabaran guru sebagai pendidik. Sadar akan tugasnya dan sabar dalam memberikan pelayanan kepada peserta didik.
(4). Memiliki kesiapan mengajar yang tinggi
Guru dituntut untuk mempersiapkan PJJ misalnya dengan mempersiapkan video pembelajaran
(5). Tren ke depan Less Contact
Karena di masa pandemi ini tatap muka tidak diperbolehkan bagi zona orange dan merah, tentu PJJ dilaksanakan salah satunya dengan virtual yang boleh dikatakan tidak kontak, sepertinya kedepan Virtual ini akan menjadi tren kedepannya.
(6). Meningkatkan komunikasi dan kolaborasi
Guru dituntut untuk lebih meningkatkan komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak agar PJJ ini dapat terlaksana, terutama dengan orang tua peserta didik karena orang tualah yang mendampingi anaknya belajar di rumah.
Jadi, tantang terbesar dunia pendidikan saat ini adalah bukan meningkatkan kemampuan melainkan meningkatkan kemauan untuk belajar maka guru dituntut punya kemauan pembelajar dan kemampuan mengambil hikmah.
Guru yang tidak mampu beradaptasi dengan perubahan dia akan punah/Distrupsi karena adaptasi adalah kunci keberlangsungan hidup dan ketahanan.
Guru yang tidak bisa terdistrupsi adalah guru yang memahami softskills, memiliki bakat, guru yang menjiwai profesinya dan guru pembelajar.
#Tulisan Ke-46
#Tagur Hari Ke-7
Muaro Sijunjung, 18 September 2020
Media Syofyanti, S. Pd., M. Eng
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
