Trik Ujian Dari Rumah, Untuk Menggambarkan Kemampuan Pesrta Didik Sesungguhnya (Part 1)
Hari Minggu tanggal 13 September kemaren saya berkesempatan mengikuti Webinar Nasional yang diadakan oleh School Of Teachers dengan narasumber Pak Adien Novarisa. Topik yang diangkat adalah Ujian Dari Rumah, beliau mengatakan bahwa "materi ini diambil dari Websis Media".
Pada kesempatan ini izinkan saya untuk memaparkan apa yang saya dapat dan saya baca di Websis Media seperti paparan dibawah ini.
Ujian dari rumah berbeda dengan ujian di sekolah. Pengawasan seperti ujian disekolah sulit diterapkan di rumah. Dengan demikian, sekolah perlu merancang skenario ujian dari rumah yang dapat menggambarkan kemampuan peserta didik sesungguhnya.
Apa saja yang diperlukan untuk melakukan ujian di rumah
Ada Tiga prinsip ketika sekolah akan mengadakan ujian di rumah
(1). Berikan Tugas Mandiri
Peserta didik dihimbau untuk mengerjakan tugas secara mandiri dan perlu diberikan tenggat waktu
(2). Rancang Orisinalitas
Rancang skenario ujian yang menuntut pemahaman pribadi. Guru bisa meminta peserta didik untuk membuat karya orisinil
(3). Masukkan Penilaian Tambahan
Aspek penilaian yang dapat ditambahkan adalah komunikasi, bagaimana peserta didikbisa menjelaskan dengan kata-kata yang mudah dipahami oleh orang lain.
Bentuk Ujian dari Rumah
Ada tiga bentuk ujian yang bisa diberikan yaitu:
(1). Ujian Essay
Peserta didikdapat diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru dalam bentuk paragraf atau cerita, misalnya menjelaskan ulang, memberi contoh serta memberi pendapat.

(2).Video Presentasi
Peserta didik diminta untuk membuat video presentasi yang menjelaskan suatu konsep. melalui video presentasi ini peserta didik dilatih untuk menyusun informasi-informasi yang dia miliki kedalam bentuk poin-poin di slide presentasi. Peserta didik juga bisa diminta untuk menambahkan elemen visual seperti gambar atau video pendukung, kemudian dirangkai menjadi sebuah cerita yang dijelaskan secara lisan.

(3). Analisis Kasus
Peserta didik diminta untuk mempelajari dan menganalisa kasus dengan menggunakan teori yang telah telah dipelajari. Melalui analisa kasus peserta didik dilatih untuk membuat sebuah argumen yang kritis dari informasi-informasi yang dia miliki.

Bersambung.....................
#Tulisan Ke-42
#Tagur Hari Ke-3
Muaro Sijunjung, 14 September 2020, 22.38 WIB
Media Syofyanti, S. Pd., M. Eng
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
