Media Syofyanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Bagaimana Cara Berkomunikasi Produktif dengan Anak?
By. Bunda Rifki Riva Amelia

Bagaimana Cara Berkomunikasi Produktif dengan Anak?

Hari ini saya dapat ilmu baru lagi tentang komunikasi produktif dengan anak bersama bunda rifki riva amelia, beliau adalah seorang jurnalis. Izinkan saya pada kesempatan ini membaginya pada kita semua

Kita mungkin merasakan apa yang kita bilangin ke anak-anak kita, sering tidak digubris oleh mereka. Sebenarnya apa penyebab hal ini terjadi? mungkin ada yang salah dengan komunikasi kita dengan anak. Jawabnya mungkin saja.

Ada kata-kata bijak yang perlu kita renungkan

Cara berkomonikasi produktif dengan anak dapat dilakukan sebagai berikut:

(1) Singkat dan sederhana

Pilih kata-kata yang simpel dan tidak panjang. Berikan perintah satu-satu, biarkan dia selesaikan dulu kegiatannya baru beri perintah yang lain.

Contoh yang salah:

"Nak, makanannya jangan cepat-cepat ya tapi tetap habiskan, dan jangan sambil jalan, duduk aja disini makannya"

Contoh yang benar:

"Nak ayo duduk disini (biarkan anak duduk dulu). Berdoa dulu yuk!, (biarkan anak selesaikan berdoa lalu sodorkan makanan). makannya pelan-pelan ya."

(2) Beri dua pilihan

Ketika kita menginginkan anak melakukan sesuatu namun dia teralihkan dengan yang lain, maka beri dia pilihan. Jangan beri dia perintah apalagi larangan.

Contoh yang salah:

"Nak, makanannya dikunyah, jangan diemut nanti nggak habis lho"

Contoh yang benar:

"Nak, mau makan dulu atau main? (ketika dia jawab, main). Oke main sampai jarum panjang geser ke angka 1 ya (asumsinya 5 menit). Kemudian hentikan aktivitas main, ajak makan lagi. Singkirkan mainannya.

(3) Gunakan suara ramah

berbicara dengan anak gunakan intonasi yang lambat dan ramah. Bukan menyentak dan cepat. Lalu usahakan berbicara dengan melakukan kontak mata.

(4) Katakan yang kita inginkan, hindari kata-kata"jangan"

Contoh yang salah:

"Lho gimana sih, makan kok sambil jalan. kalau makan jangan sambil jalan dek, duduk anteng lho" (kadang-kadang ditambahin lagi dengan kalimat pembanding, "kayak anak ibu anu....)

Contoh yang benar:

"Dek makannya sambil duduk ya!"

(5) Ganti kata tidak bisa menjadi bisa atau belum bisa

Ingat perkataan ibu pada anak adalah doa, ketika anak belum bisa melakukan sesuatu, maka semangati dengan kata-kata positif.

Contoh yang Salah:

"Gimana sih kakak, masak gini aja nggak bisa? Gini lho caranya!"

Contoh yang benar:

"Kakak bisa kok, sekarang karena belum paham aja. Gak papa sini mama ajari ya pelan-pelan!"

(6) Fokus ke masa depan bukan masa lalu

Semua orang tidak akan suka jika kesalahannya yang lalu diungkit-ungkit, termasuk juga anak-anak.

Contoh yang salah:

"Sudah dibilangin sama ibu kan kalau makan itu duduk. Jangan bawa makanan sambil jalan-jalan. Itu makanannya tumpahkan? Kalau kamu terpeleset kayak dua hari yang lalu gimana? Apalagi waktuitu yang terpeleset adek, awas lho ya!"

Contoh yang benar:

"Kalau makan duduk ya! (ditunggu dia duduk). Nah itu ditiru adek. kakak hebat deh. Kalau duduk makanqnnya juga gak tumpah ke lantai lo kak.

(7) Fokus pada solusinya bukan masalahnya

Contoh yang salah:

"kakak sih nggak hati-hati, jadinya mainanmu hilang semuakan, kalau beginikan kakak sendiri yang sedih, rasain deh"

Contoh yang Benar:

"Ayo gimana cara beresin mainan, kemaren kakak bisa lho. Ibu temani ya, tapi kakak sendiri yang beresin. Coba dikumpulin dulu menurut jenisnya ya kak!"

(8) Jelas dalam memberi pujian atau kritikan

Contoh yang salah:

"Ih kakak hebat deh, keren banget"

Contoh yang benar:

"Kakak pinter ya, sudah mau bantu ibu bawakan piring bersih"

Semoga bermanfaat dan dapat kita aplikasikan pada anak-anak kita!

#Tulisan Ke-65

#Tagur Hari Ke-26

Muaro Sijunjung, 7 Oktober 2020

Media Syofyanti

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post