Kolaborasi Anak Muda Minang Yang Memukau
Hari ini tanggal 3 Oktober 2020, dari siang sampai sore saya mengikuti Webinar yang luar biasa diadakan oleh Universitas YARSI dan Minangkabau Diaspora Network Global (MDN-G) yang di pandu oleh Prof. Fasli Jalal. Prof Fasli Jalal adalah sebagai rektor Universitas YARSI dan Pembina MDN-G
Melalui webinar ini saya mendengarkan paparan pengalaman dan perjuangan sejumlah anak muda mambangun kampung halaman, baik dalam bidang sosial ekonomi maupun di bidang sosial budaya. Mereka adalah:
(1). Virtuos Setyaka, S.IP, M.Si (Pendiri Koperasi Pemasaran Mandiri dan Merdeka/dosen FISIP Universitas Andalas).
(2). Fhadelli Trio Putra (Owner Hikecy)
(3). Ade Surianto (Pendiri Rendang Katuju)
(4). Frisca Khairunnas, S.P (Pendiri Say. Hi. Kitchen)
(5). Yunike Filmar, S.Pt (Pemilik Madu Galo-galo Melipo Bee)
(6). Siti Khairani Elhakim, S.P, M.Si (Konsultan KUMKM Sumbar)
(7). Ridwan Tulus (Pendiri Green Tourism Institute)
(8). Yusrizal KW (Penggiat Literasi Indonesia dan Pendiri Bukit Ase)
(9). Muhammad Husen (Pendiri Yayasan Sumatra Volunteer)
(10). Hidayatul Azmi, S.Pd. (Pendiri Komunitas Ladang Rupa).
(11). Mahatma Muhammad, M.Sn (Pendiri Komuninas Seni Nan Tumpah)
(12). Fatika Oktanas (Pendiri Encore School of Art)
(13). Ribut Anton Sujarwo (Pendiri Komunitas Anak Kolong Darak-badarak)
(14). Ridho Nalsya Putra, S.P. (Pemilik Sadara Kopi)
(15). Fallyantus, S.P (Pemilik Chocolate Cganger)
(16). Elsya Wellua, S.E (Pemilik Chocolate Changer)
(17). Prof. Dr. Ir. Helmi, M.Sc. (Pembahas-Minangkabau Busines School and Entrepreneurship Centre/dosen Faperta Unand)
(18). Edy Utama (“Pengambang Lapiak”-Budayawan)
Sejumlah anak muda dari Ranah Minangkabau “menggeliat” dengan inovasi dan kreasi. Mereka seperti menumbuhkan harapan baru untuk kemajuan. Ada yang berkiprah di bidang sosial ekonomi, di bidang sosial kemasyarakatan dan seni budaya. Mereka menjawab tantangan zamannya dengan kerja nyata, dan perjuangan yang penuh upaya.
Mereka bekerja berbasiskan sumberdaya alam, kearifan budaya dan kreatifitas. Ada penggiat literasi dan seni, serta penguatan komunitas melalui dunia usaha. Kehadiran mereka seperti memberikan harapan dan semangat baru untuk kekinian dan masa depan. Perkembangan revolusi industri 4.0 dan 5.0 yang bersifat human centered, sebagai tantangan adalah sesuatu yang tak terelakan, dan mereka ingin menjawabnya dengan mata terbuka.
Anak-anak muda ini adalah peneroka harapan dari Ranah Minangkabau. Dari keterbatas ruang sosial yang ada, mereka “menggeliat” menjangkau masa depan. Mungkin perlu kita apresiasi, dan menjadikannya sebagai inspirasi bersama, agar mereka tetap tumbuh dan berkembang.
Profil masing-masing anak muda ini dapat dilihat pada tautan berikut:
**(censored)**
Semoga bermanfaat
#Tulisan Ke-61
#Tagur Hari Ke-22
Muaro Sijunjung, 3 Oktober 2020
Media Syofyanti, S. Pd., M. Eng



Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
