Amanahmu Tunai oleh Papa yang Single Parent
Dua puluh satu tahun lebih ibu meninggalkan kami anak-anaknya, selama itu pula papa sampai sekarang Alhamdulillah masih membersamai kami sebagai single parent. Saat itu papa masih berumur setengah abad alias 50 tahun dan masih menjabat sebagai Kepala Sekolah di SD, dan sibungsu yang ada dalam gendongan didalam foto masih kelas 1 SD.
Ibu kami adalah wanita tangguh, sebagai ibu bagi 6 orang anak-anaknya lima perempuan dan satu laki-laki. Profesi sebagai ibu rumah tangga, apapun beliau lakukan untuk membantu perekonomian keluarga, maklumlah pada zaman itu gaji seorang guru atau kepala sekolah belum mencukupi untuk menyekolahkan anak-anak yang tergolong keluarga besar.
Membuat panganan untuk jajanan anak sekolahan, bercocok tanaman padi sampai beternak itik beliau lakoni dengan sepenuh hati. Kami anak-anak beliau selalu membantu secara bersama-sama dan berbagi tugas. Kegiatan yang paling lama beliau tekuni adalah beternak itik. mulai dari beternak itik sistim dilepas/digembalakan sampai pada beternak itik sistem pekarangan.
Pada tahun 1990 beliau dinyatakan menderita penyakit jantung, sehingga harus memakan obat rutin setiap hari. Kata dokter beliau tidak boleh bekerja berat dan tidak boleh letih, mulai saat itu tugas-tugas rutin kerumahtanggaan saya yang mengambil alih karena sebagai anak sulung. Mulai dari memasak, mencuci dan menyetrika pakaian.
Seiring berjalannya waktu penyakit beliau seperti tidak menampakkan perubahan kearah yang baik, beliau berpesan atau meninggalkan amanah kepada papa "kalau nanti ibu meninggal, silahkan papa nikah lagi dan sekolahkan anak-anak setinggi mungkin semampu anak dan semampu papa. Ibu tidak akan menuntut anak-anak harus dibuatkan rumah atau di belikan mobil, tetapi anak-anak harus disekolahkan."
Sebagai anak sulung saya selalu diajarkan oleh ibu, bagaimana bertindak sebagai anggota masyarakat yang baik dilingkungan tempat tinggal karena kami sebagai warga pendatang di rumah dinas yang kami tempati. Bagaimana bertindak sebagai seorang kakak yang harus jadi panutan oleh adik-adik, sampai-sampai beliau juga mengajari saya bagaimana bertindak sebagai seorang istri, seorang menantu, padahal saat itu usia saya masih duduk di bangku SMA. Jadi sepertinya secara tidak langsung ibu telah mengkader saya sebagai pengganti beliau sebagai ibu kalau-kalau beliau telah tiada nanti.
Satu tahun sebelum kepergian beliau, tepatnya setelah saya wisuda S1 di IKIP Padang Maret 1998, beliau mengajak ibu dan bapak beliau (kakek dan nenek) untuk ikut tinggal bersama kami. Kakek dan nenek sejak ibu menikah tetap tinggal di kampung halaman sedangkan ibu ikut bersama papa ke daerah tempat papa bertugas. Pada suatu saat ibu berseloroh pada pada kami anak-anaknya "kapan lagi mau berbakti pada kedua orang tua kalau tidak sekarang" makanya dengan membawa kakek dan nenek ikut tinggal bersama kami ini merupakan bukti bakti beliau kepada kakek dan nenek. Selama satu tahun itulah ibu menjalankan peran bersamaan secara sempurna yaitu sebagai istri sebagai ibu dan sebagai anak.
Ibu bagi kami merupakan sosok yang sempurna, tidak pernah menyerah dengan keadaan, disenangi banyak orang, pandai bergaul, pantang bagi beliau merepotkan orang lain. Ckup beliau saja yang tidak mengenyam pendidikan tinggi, beliau hanya tamat SMP kemudian dinikahkan karena beliau pada saat itu seorang anak tunggal. Bagi sebagian besar orang tua pada saat itu berfikir untuk apa wanita mempunyai pendidikan tinggi toh nantinya juga akan di dapur juga. Beliau orang pintar, dibuktikan dengan beliau juara kelas, beliau satu SMP dan seangkatan dengan bapak Gamawan Fauzi (mantan Menteri Dalam Negeri RI), sama-sama juara dikelas masing-masing.
Tepat tanggal 14 Maret 1999 sebelum azan Subuh berkumandang hari Ahad, ibu kami dipanggil menghadap Ilahi dalam keadaan tidur. Malam sebelumnya tidak ada keluhan apa-apa, tetapi badan beliau kelihatan lemah. Saat itu 5 orang adik-adik saya mengisi semua jenjang pendidikan. Anak kedua dan ketiga berada di Tingkat 2 di UNP, anak keempat di kelas 3 SMA, anak kelima di kelas 2 SMP dan sibungsu di kelas 1 SD. Saya telah tamat IKIP Padang dan telah mengajar di salah satu Bimbel terkenal di kota Padang.
Setelah kepergian ibu, merupakan hari-hari sulit bagi kami, terutama bagi papa, tetapi bagi kami anak-anaknya menjadi pemicu untuk lebih semangat lagi belajar dalam rangka mewujudkan impian ibu.
Alhamdulillah, amanah ibu pada papa untuk menyekolahkan anak-anak beliau semampu anak dan semampu papa telah ditunaikan oleh papa walaupun sampai saat ini papa masih sebagai single parent. keenam anak-anak beliau sudah menamat pendidikan tinggi semua. Empat orang anak perempuan beliau tamatan sarjana IKIP/UNP, anak laki-laki satu-satunya tamatan STMIK Indonesia, sibungsu tamatan UGM, dan bahkan duo orang anak perempuan beliau juga tamatan Pascasarjana UGM. Jadi tempat kuliah anak-anak perempuan beliau adalah IKIP/UNP dan UGM.
Yang lebih uniknya lagi, tempat kos-kosannya juga turun temurun baik di Padang maupun di Yogyakarta. Di Padang dari tahun 1994 s.d 2009 sedangkan di Yogyakarta dari tahun 2006 s.d 2016 jadi lebih irit.
Alhamdulillah juga empat orang anak perempuan beliau mengikuti jejak sang papa sebagai pendidik dijenjang SMA/SMK dan PT. Saat sekarang lima orang anak beliau telah berkeluarga dan papa telah dikaruniai 14 orang cucu (8 laki-laki dan 6 perempuan). Insya Allah tahun 2021 menyusul sibungsu untuk berumah tangga.
Sakingnya papa untuk menunaikan amanah ibu, kami pindah dari rumah dinas papa ke rumah sendiri setelah papa pensiun 3 tahun. Untungnya rumah dinas tersebut tidak ada yang akan menempatinya setelah papa pensiun.
Kami sebagai anak-anak ibu, sekarang hanya bisa meminta kepada Allah SWT untuk menjadikan kami anak-anak yang sholeh dan sholehah agar doa-doa kami untuk ibu diijabah oleh Allah dan doa panjang umur dan sehat selalu buat papa kami yang hebat.
Demikian sekelumit kisah kami bersama ibu dan papa yang hebat.
SELAMAT HARI IBU UNTUK IBU-IBU HEBAT DI SELURUH INDOESIA
SALAM LITERASI
#Tulisan Ke-141
#Tagur Hari ke-102
Muaro Sijunjung, 22 Desember 2020
Media Syofyanti, S.Pd., M.Eng (Pengawas SMA Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Cabang Dinas Wilayah V Muaro Sijunjung dan Asesor BAN S/M Provinsi Sumatera Barat)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
