Di Masa Pandemi Kutetap Mendidik
Pagiku terhentak, selepas shalat subuh tepatnya, berita yang kubaca di layar HP membuatku tekejut, corana Virus Desease (Covid-19) mewabah di negeriku. Indonesia. Ribuan mata terbelalak, jutaan hati panik ketakutan. Himbawan pemerintah untuk tidak panik dan tetap waspada tidak mengobati rasa itu.
Mulai dari jumlah satuan, belasan kemudian puluhan bahkan hingga puluhan ribu pasien positif begitu cepat menjangkit warga negeri ini. Yaa Robbi… besarnya ujian yang kau beri. Ujian itu mendampak pada semua lini masyarakat, dari lapisan bawah sampai ke atas, dari lapisan rakyat hingga pejabat termasuk kami yang bergerak di bidang pendidikan.
Kami yang biasa menatap senyum anak kami di sekolah, memberikan pembelajaran dengan hangat dan terkadang bengis jumawa, harus hilang kesempatan itu hingga kini selama berbulan lama. kami tak pernah mengizinkan diri kami terdiam tak bergerak, atau pasrah dan kaku dalam mendidik. Akhiranya tawaran mengajar dan mendidik lewat media online pun kita lakukan. Efektif kah?
Jawaban itu susah dijawab, tapi paling tidak bisa mengobati rasa kangen dengan peserta didik dan rasa ingin selalu memberika ilmu terbaik kepada mereka. Tawaran belajar via online sangat banyak polanya; pembelajaran dengan dua arah semacam video call atau menggunakan media aplikasi zoom dll. Begitu juga dengan cara mengan monolog atau satu arah dimana kami para pendidik mengirimkan materi belajar lewat tulisan di ms. word, audio dan video lalu dikirimkan ke media whatsapp orangtua.
Pembelajaran ini sekaligus menyadarkan kami betapa bedanya jika kami lakukan secara tatap muka langsung. Dengan pembelajar online ini kita tidak bisa mendidik karakter mereka secara langsung, membina akhlaq mereka dengan sungguh-sungguh, kita hanya bisa menitipkan hal itu kepada orangtua mereka masing-masing di rumah.
Pembelajaran seperti ini juga mengejutkan kami, ternyata tidak semua peserta didik yang kita ajarkan di kelas bisa hadir utuh. Alasan jaringan internet yang kurang bagus, kekurangan alokasi keuangan untuk membeli kouta dll. Dan akhirnya kita semua mesti mengetahui bahwa pembelajaran di era pandemic covid 19 ini adalah bukti bahwa kita tidak boleh berhenti mendidik dengan alasan apapun, jangan pernah luput dalam menghadirkan jiwa mendidik dimana pun kita berada.
Semoga wabah pandemi virus corono ini segera berakhir dan kita semua selaku praktisi pendidikan kembali bisa membelikan ilmu hikmah dan bermanfaat kepada peserta didik kita. Aamiin…
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
