Perpisahan Terbaik
Hendak ke batam pakai perahu Perahunya elok berwarna biru Pertemuan hari ini penuh sedih dan haru Sebab nak lepas ananda menuntut ilmu
Kegiatan menyambut santri baru adalah moment yang penuh haru. Ada sedih menyeruak di wajah para ananda, tak terkecuali juga para orangtua. Memberikan motivasi dan dorongan agar tidak berlarut dalam suasana sedih adalah perkara pertama yang mesti disampaikan. Memacu semangat para santri bahwa mereka adalah anak-anak pilihan. Anak anak yang hebat. Anak anak yang kelak akan mengukir prestasi besar untuk kemajuan negeri dan agama ini.
Ikhlas itu memang berat. Tapi buahnya manis terasa. Pertanyaan apakah sudah ikhlas untuk melepas ananda. Tegas dijawab serentak. Namun para orangtua yang lebih emosional justru membuat para santri nampak tidak bergairah.
Bisa dibayangkan, anak yang sudah meredah rasa sedihnya, sudah semangat menatap kawannya. Tangisnya pecah di pelukan terakhir. Begitulah hakikatnya perpisahan. Selalu menyisahkan tangis yang tak kunjung reda.
Bagi para santri selain berat berpisah dengan orangtua, tapi juga selalu khawatir jika belum bisa mandiri. Muncul rasa takut tidak bisa mengikuti pelajaran yang diajarkan. Ketidaksabaran dalam berproses inilah terkadang membuat banyak yang rebah. Kesulitan seakan kendala, padahal itulah dinamika dan ujiannya.
Itulah kenapa Imam Asy-Syafi'i memberi peringatan kepada para penuntut ilmu. "Barangsiapa yang tidak pernah merasakan payahnya menuntut ilmu walau sesaat, maka dia akan merasakan pahitnya kebodohan seumur hidupnya".
Bagi yang bersabar dalam berlelah menuntut ilmu akan berbahagia dengan segala cobaan. Dia merasa inilah jalan yang harus ditempuh agar bisa meraih kenikmatan surga yang dijanjikan. Seperti sabda Rasulullaah shallallaahu alaihi wasallam ;
منْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الجَنَّةِ
“Barangsiapa yang menempuh perjalanan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalan menuju surga.” (HR. Muslim).
Semoga orangtua dan para santri dimudahkan dalam memahami hakikat ini. Perpisahan yang terjadi antara mereka saat ini lebih baik daripada berpisah di akhirat kelak. Sebab satu digiring ke neraka dan satu dibimbing ke surga. Wal iyadzu billah.
Jikalau bilis hendak di masak Jangan dicampur dengan ikan selar Jikalau nak bahagia di akhirat kelak Jangan risaukan ananda belajar
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
