Melvin Irawansyah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Berangkatlah Dalam Keadaan Berat ataupun Ringan

Berangkatlah Dalam Keadaan Berat ataupun Ringan

Mendidik adalah aktivitas yang melelahkan, betul. Ia bukan sekedar mentransfer ilmu dari guru ke para peserta didik. Ia juga bukan sekedar tugas para guru, tapi tugas semua lini masyarakat. Sebab mendidik takkan mencapai puncak kesuksesannya tanpa ada matching antara guru dan orangtua, antara lembaga pendidikan dan rumah, dan bahkan antara metode dan penyampainya.

Mendidik melelahkan sebab capaiannya bukan sekedar hitungan di atas kertas atau nominal yang tertulis. Jika ia dilakukan dengan kesenangan hati, rasa lelah akan terganti. Jika dilakukan dengan penuh kebertanggung jawaban, rasa letih akan terlunasi dengan semua kebaikan.

Lelah, berat adalah rasa, karena begitulah ia diciptakan.Allah subhanahu wata'ala memberikan kita perintah."Berangkatlah kamu semua (ke medan jihad) baik dalam ringan ataupun berat..."

Tentu dalam ayat ini secara spesifik bermakna berangkat ke medan jihad, karena pada saat itu medan jihad yang sesungguhnya adalah Al-Qital (peperangan). Sedangkan jihad qital pada waktu itu adalah kewajiban ain yg tidak boleh ditinggalkan kecuali betul-betul berudzur syar'i.

Maka dalam kondisi apa pun, berangkat ke medan jihad adalah wajib. Berat atau ringan, semangat atau lemah, cukup bekal atau kurang, semua wajib berangkat. Cuma satu yang harus diperhatikan adalah senantiasa meperbarui niat dan memperbaikinya. Karena itulah kuncinya agar tak menjadi kesia-siaan belaka.

Dalam kontek saat ini, diantara jihad yang utama adalah mendidik, mencerdaskan kehidupan bangsa, melakukan aktivitas mendidik tanpa henti, karena negeri kita adalah negeri yang aman, negeri yang tidak ada peperangan fisik yang bertujuan merongrong kedaulatan NKRI.. Bukankah Rasulullah menginginkan setiap tawanan dalam sebuah peperangan untuk mengajarkan ilmu baca dan tulis kepada anak-anak muslim. Bukankah saat kota Hiroshima dan Nagasaki terkena bom atom, lalu saat di tengah puing-puing sisa bom, perdana mentri jepang kala itu menyebutkan “berapakah jumlah guru yang tersisa?”.

Maka berangkatlah wahai para guru untuk mendidik anak-anaknya. Berangkatlah wahai orangtua untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Berangkatlah untuk mempersiapkan generasi berkualitas. Berangkatlah dengan niat yang bijak, dalam kondisi susah atau senang, dalam keadaan berat atau ringan, bahkan dalam kondisi semangat ataupun terpaksa.

Berangkatlah untuk memberikan ketauladanan. Jika pun tak satu yang dapat kau jadikan tauladan, maka jadikan dirimu sebagai tauladan kebaikan bagi orang lain. Benarlah kata sang tokoh pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantata "Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani". Di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan.

Maka, berangkatlah dengan cita-cita yang mulia. Berangkatlah agar kebaikan senantiasa mengiringimu.

Rasulullah bersabda:“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893)

Kebaikan dalam hadits ini adalah semua bentuk kebaikan. Sedangkan ilmu yang kita ajarkan adalah kebaikan. Semua ilmu adalah baik, kecuali ilmu yang diajarkan untuk melakukan kejahatan.

Wallahu a'lam bis-shawab.Semoga Allah subhanahu wata'ala membimbing kita semua dan membalas aktifitas kita dalam mendidik dengan sebaik-baik ganjaran. Aamiin.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post