Antara Fantasi dan Harapan
Jika bicara finansial, semua orang pasti membutuhkan duit alias uang. Sering kita dengar, uang itu bukan segala-galanya, tapi zaman sekarang segala-galanya hampir berurusan dengan uang. Mau haji pakai uang, menyekolahkan anak pakai uang, memenuhi kebutuhan rumah tangga pakai uang, dan seterusnya.
Biasanya ada yang suka nanya, anda mata duitan?
Sebenarnya kalau saya tidak mata duitan, tapi terkadang kalau ada yang nawarin duit biasanya mata saya berbinar 🙂.
Contoh; "Pak, saya punya lahan tanah lima hektare, saya waqafkan kepada bapak untuk dimanfaatkan sebagai lembaga pendidikan dan ini uang 1 milyar sebagai modal pembangunan ruang belajar siswa"
Gimana nggak berbinar mata saya kalau ditawarin macam gitu 🙂.
Tapi sayangnya contoh diatas baru sebatas imajinasi semata, tapi juga harapan sebenarnya.
Loh kok harapan cuma lima hektare dan 1 miliyar?
Itu kan harapan minimal, kalau ada yang nawarin lebih, dengan senang hati diterima. Kalau kurang? Ya diterima juga, masa rezeqi ditolak 🙂.
Apalagi kalau ada yang nawarin, "pak ini ada uang tiga ratus juta rupiah, saya hibahkan ke bapak untuk mengajak sepuluh orang dhuafa' pergi umroh"
Wah, ini lebih berbinar lagi mata saya. Kalau ada sisanya kan bisa untuk nambahin modal pembangunan ruang belajar siswa. Hehe.
Tulisan diatas baru sekedar fantasi penulis saja, tapi jika benar terjadi? Berarti harapan yang tertunaikan.
Kapan lagi kan mengabdikan diri untuk ummat dengan menebar manfaat sebanyaknya. Minimal dengan berdirinya lembaga pendidikan, kita turut mengamalkan undang undang 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
Gitu aja sih.
___
Hujan deras di pangkal pagi.
1 oktober 2020
Selamat hari kesaktian pancasila.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
