Melvin Irawansyah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
HATI-HATI DENGAN ORANG INI.!

HATI-HATI DENGAN ORANG INI.!

Allah subhanahu wata’ala telah menciptakan manusia dari golongan laki-laki dan perempuan. Kemudian dijadikanNya manusia itu bergolong-golongan serta tabiat yang berbeda. Semua itu agar manusia memahami dan saling mengenal satu sama lain, bukan agar merasa diri yang paling baik diantara yang lainnya.

Dalam sebuah organisasi atau lembaga, baik itu bidang pendidikan, politik, organisasi kemasyarakatan dan lain sebagainya, terdapat aturan-aturan yang dibuat untuk ketertiban organisasi tersebut. Maka dalam merekrut sumber daya manusia ada tipikal dan tabiat yang harus diperhatikan, agar organisasi bisa berjalan sesuai dengan visi dan misi serta tujuannya.

Kehati-hatian dalam merekrut anggota atau SDM yang diperlukan adalah sebuah keniscayaan. Maka tipikal manusia seperti apa yang harus dihindari?

Tentu ini perspektif penulis belaka, melalui pengalaman dan penelitian temporer di beberapa lembaga dan organisasi yang pernah dijalani.

Pertama: Orang Pintar yang Suka Mendebat.

Karakter manusia seperti ini tidak banyak memberikan manfaat dalam sebuah organisasi. Kepintarannya bukan untk memajukan organisasi, tapi untuk mengkritisi hal-hal yang bisa jadi tidak fundamental. Tipikal manusia seperti ini akan menjadi batu sandungan yang dapat memporakporandakan organisasi lewat kata-katanya yang logis dan argumentasinya yang berenas.

Biasanya orang seperti ini selalu membesarkan masalah kecil, dan justru perkara besar diabaikan tidak dijalankan. Bahkan apa yang dia kritisi lebih banyak kepada penonjolan secara pribadi agar orang tau kalau dirinya pintar dan layak diperhitungkan.

Dalam organisasi memang sangat dibutuhkan orang yang mempunyai pengalaman di bidangnya. Tapi orang yang belum berpengalaman yang bisa diarahkan itu tentu lebih baik. Sebab yang berpengalaman namun tidak bisa diarahkan akan menguras energy lebih banyak dibanding yang bisa diarahkan, karena yang mau diarahkan akan terus belajar dan memahami, learning by doing akan selalu dijalankan sesuai aturan organisasi yang berlaku.

Kedua: Orang Sholeh (Baik) yang Tidak Taat Pada Aturan.

Orang yang baik tentu sangat kita butuhkan, namun apakah kebaikannya juga bisa membawa kebaikan untuk organisasi? Jika kita merekrut tipikal orang yang seperti ini, maka akan menjadi benalu. Orang luar akan mengira dia adalah orang terbaik di dalam organisasi tersebut, hingga ketika terjadi pemecatan karena indisipliner yang dia lakukan orang akan mengira organsasi telah mengeluarkan orang baik secara sepihak, padahal organisasi punya aturan.

Orang seperti ini bisa jadi sangat baik secara pribadi, namun organisasi punya aturan, jika aturan tidak ditaati, arahan tidak dipatuhi justru akan membuat organisasi semakin kacau. Jika diberikan tanggungjawab selalu menghindar karena keengganannya untuk menjalankan. Selalu ingin dihormati sedangkan tugas-tugas hanya dibebankan kepada yang lain. Tipikal orang seperti ini biasanya akan selalu cari suasana aman, sukanya meminta dukungan orang luar yang tidak tau-menau tentang organisasi. Maka orang seperti ini jika kita bisa menjadikannya pendukung di luar organisasi, maka lakukan tapi bukan untuk di dalam.

Ketiga: Orang yang Hanya Mengambil Manfaat.

Ada sebuah ungkapan “ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang”. Ungkapan ini menujukkan bahwa yang dia inginkan adalah mengambil manfaat belaka. Ketika organisasi lagi sukses, banyak diminati orang, dia akan hadir sebagai punggawa utama, tapi jika terjadi degradasi atau jatuh diambang kerugian, alih-alih menyelamatkan organisasi, bisa jadi dia sedang sibuk menyelamatkan aset yang bisa dibawa kabur.

Demikian ulasan singkat dari penulis, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Salam Literasi.!

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post