Ikhtiyar, Semoga Lancar
Inilah ikhtiyar. Berpeluh basah berlelah jasad. Kemudian disuntikkan doa yang tiada henti, kencang melesat bersama angin, lalu terbawa menuju langit, menemui Sang Mujiib. Bercucur air mata, sesungguk mulut berharap.
Inilah ikhtiyar. Tak bertepi meski jasmani rebah tersesak. Tak tersedak meski kayuh semakin serat. Kemudian kepasrahan menghujam dalam penuh keyakinan.
Inilah ikhtiyar. Segalanya diumpan agar menuju puncak capai. Kemudian bergantung kepada Pemilik taqdir. Sabar salah satunya sebagai jalan. Menahan diri untuk berhenti. Menahan diri untuk menyerah.
Selamat berikhtiyar, berusaha menggapai cita yang mulia. Berniat yang tulus dengan Doa yang melangit.
Perkenankan kami duhai Mujiibud Du'a...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
