Adzan di Malam Hari
Hujan deras masih mengguyur, hawa dingin menelisik menerpa kulit, memaksa bulu-bulu halus bergidik berdiri. Menarik selimut kembali dan memejamkan mata adalah kenikmatan bagi raga, tapi godaan itu harus dilawan dengan kekuatan iman dan harapan penuh akan rahmatNya.
Sayu-sayu suara adzan terdengar mampir ke telinga. Menyeret kaki pergi ke kamar mandi untuk berwudhu'. Guyuran air membasahi muka, dingin namun segar terasa. Saat ini mungkin malaikat sedang bertasbih atas prilaku diri. Bersujud bersimpuh memohon kehadirat Robbul Izzati dalam rengkuhanNya yang penuh kasih.
"Mau kemana say?" Tanya istriku. Melihat diriku sudah rapi memakai jubah dan peci. Sedikit merasakan heran, tidak biasanya ada pertanyaan seperti ini. Bukankah setiap berangkat ke masjid yang disambut adalah tanganku dan diciumnya lembut. Kukatakan kenapa? Bukankah sekarang waktunya sholat subuh? "Sekarang baru jam satu malam say". Ujarnya tersenyum. Loh, tadi suara sayup-sayup adzan?. Rupanya suara alarm di HP yang memang disetting suara adzan.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
