Guru, Bukan Cita-Cita (Part 2)
Mungkin kami adalah salah satu dari sekian yang bercita-cita kemudian terkabulkan. Cita-cita menjadi guru, Alhamdulillah terkabul. Bermimpi agar bukan sekedar menjadi guru, tapi ada hal bermanfaat yang bisa dibagikan.
Guru Menulis. Ya, guru yang produktif dalam berkarya, yaitu karya tulis. Alhamdulillah dengan bekal pelatihan beberapa organisasi menulis, kemudian tersengat motivasi untuk rajin membaca, sebab penulis yang baik adalah pembaca yang aktif. Kami pun mulai banyak pergi ke toko buku dan perpustakaan.
Buku yang dibaca tidak jarang kami rangkum, lalu mulai melatih daya tulis dengan target satu hari satu paragraf. Berhasil? No. Tidak semudah itu ferguso. Namun kami terus mengasah bakat menulis tersebut hingga terkumpullah beberapa artikel tematik memenuhi folder laptop kami. Berkualitas? Meminta orang membacanya saja kami malu, bagaimana hendak diterbitkan?
Hingga akhirnya kami diminta membuat modul pembelajaran untuk tinggkat SD. Tanpa banyak alasan kami menyanggupi. Dengan bekal referensi yang kami kumpulkan selesailah buku modul itu dan naik cetak. Tidak ber-ISBN, hanya untuk kalangan sendiri. Setiap akhir tahun kepala sekolah memanggil kami untuk menyampaikan royalty. Maa syaaAllah, ada kebahagiaan tersendiri ketika karya kita dihargai dan bisa menjadi manfaat bagi para siswa.
Cita-cita kami untuk menjadi guru telah Allah kabulkan. Kemudian keinginan menjadi guru yang memiliki karya menulis telah Allah berikan. Tinggal cita-cita kami ke depan adalah menjadi guru yang terus menulis hingga bertebar manfaat di mana saja. Menulis dengan jumlah buku yang banyak dan berkualitas. Aamiin.
Melalui Media Guru Indonesia, Alhamdulillah, kami dapat menelurkan karya pertama kami yang ber-ISBN, dengan judul "Tadabur Ayat, Menyimak Kisah, Menggali Hikmah". Terimakasih kepada Media Guru yang telah mempasilitasi banyak guru di Indonesia salam mengeluarkan karya tulisnya.
Jika harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama, tapi penulis mati meninggalkan karya.
Wallahu A'lam bish-shawab.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
