Cokelat Pink
Memberikan nasehat kepada orang yang sedang dimabuk cinta sangat mustahil didengarkan sesaat itu. Menyampaikan kesalahan yang dilakukan oleh orang yang sedang dilanda asmara akan membuatnya semakin meradang.
Hari ini bertebaran di media masa tentang sebuah perayaan yang awalnya tidak pernah menjadi budaya kita. Masyarakat kita terkadang suka anti dengan budaya tertentu tapi terkadang suka manut saat budaya asing masuk tanpa pilter.
Kemasan kasih sayang yang dibingkai dalam momen tertentu, hakikatnya adalah perbuatan yang sangat keji, mendekatkan pada perbuatan yang dapat mengundang murkaNya. Seikat bunga, sepotong cokelat dalam bungkus serba pink. Bahkan sesentuh ciuman menjijikkan, karena dipamerkan di tengah publik. Tidak sedikit yang akhirnya mencelupkan benda pribadi sebagaimana ember masuk ke lubang sumur. Wal iyadzu billah.
Kita diajarkan untuk selalu berbuat kasih sayang kepada siapapun dan tidak mengenal batas waktu dan tempat. Melakukannya pada momen tertentu justru menunjukkan bahwa perbuatan itu semu belaka dan modus untuj menyicipi nikmat sesaat dan sesat.
Akankah semua nasehat dan peringatan yang disampaikan hanya sekedar formalitas? Hingga sekedar lewat mampir ke telinga lalu menguap hilang begitu saja.
"Yaa Allah, jadikanlah kami termasuk orang yang selalu mendengarkan kata (nasehat), lalu mengikuti yang terbaik darinya"
Wallahu a'lam bis-shawab
#Tantangan365Gurusiana #TantanganHariKe-45
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
