Melvin Irawansyah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Memi'rajkan Diri Dengan Sholat

Memi'rajkan Diri Dengan Sholat

Banyak sekali hal-hal yang di luar nalar manusia dapat terjadi atas izin Allah Azza wa Jalla. Seekor semut yang kecil dapat mendengar derap kaki pasukan Nabi Sulaiman dengan izinNya. Seonggok bangkai manusia dapat berbicara kepada Nabi Isa dengan izinNya. Sepasang merpati yang sudah tercincang dan terpisah jauh dapat hidup kembali dengan mukjizat Nabi Ibrahim.

Manusia yang lemah tidak dapat melakukan perkara apapun kecuali atas izin dan kehendak Allah, maka kekuatan sesungguhnya yang dimiliki adalah pemberian yang luar bisa tidak terkira dan hingga hari ini kita tidak akan pernah bisa menemukan teknologi tercanggih untuk menembua langit sebagaimana seorang manusia mulia pernah melakukannya yaitu peristiwa isro' dan mi'raj Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Peristiwa isro' dan mi'raj ini sebagai pembuktian keimanan seseorang sekaligus wasilah untuk semakin dekat kepada Allah yang Maha Kuasa. Sebab peristiwa yang hebat dan langkah ini tidak akan masuk dalam logika manusia manapun melainkan ia dapat ditembus dengan keimanan yang tinggi.

Isro' sebuah perjalanan malam hari dari masjidil haram ke masjidil aqsha. Mi'raj, naiknya Nabi yang mulia dari baitul maqdis menuju sidratul muntaha yang tinggi melewati langit ketujuh. Semua peristiwa tersebut dilakukan secara ruh dan jasad dengan waktu hanya satu malam saja.

Perjalanan manusia modern tidak akan pernah menembus langit pertama apalagi langit ketujuh. Selain perjalanannya jauh juga tidak akan kuat tubuh manusia menahan panasnya lapisan atmosfer yang bisa jadi belum ditemukan oleh ahli sains sekalipun. Hal tersebut juga dapat membuat tubuh manusia melepuh hingga hancur. Konon manusia modern saat ini baru bisa naik sampai ke bulan. Planet mars hanya mengirimkan robot sebagai perangkat penelitian.

Itulah kuasa Allah. Dengan menciptakan buraq sebagai kendaraan Nabi ditemani oleh malaikat Jibril sebagai pemandu perjalanan. Sesampai di sidratul muntaha menerima syariat sholat untuk ummatnya sebagai tiang agama dan penentu baik buruk amalan lainnya.

"Shalat adalah tiang agama, siapa yang mendirikannya maka ia telah mendirikan agama, siapa yang meninggalkannya maka ia telah merobohkan agama" demikian sabda sang Nabi.

Begitu juga dalam sabdanya yang lain, "Amalan yang pertama dihisab kelak di hari qiamat adalah sholat, jika shalatnya baik maka baik semua amalannya, jika ia buruk maka buruk juga semua amalannya".

Salah satu cara untuk meminta derajat yang tinggi di sisi Allah yaitu dengan sholat. Sebab ia adalah komunikasi langsung kepadaNya. Seorang hamba yanh sedang sujud lalu ia meminta dengan segala ketundukannya maka Allah menyapanya dengan perkenaan.

Perbedaan seorang mukmin dan kafir dapat dari kewajiban sholat lima waktu. Perbedaan antara mukmin dan munafiq dapat dilihat dari pelaksanaan shalat subuh dan perbedaan antara mukmin dan fasiq dapat diketahui melalui kewajiban melaksanakan shalat jum'atnya.

Tinggikan derajat kita di sisi Allah dengan memenuhi panggilan Allah yaitu shalat sebelum Allah memanggil dengan panggilan terakhir yaitu kematian.

Wallahu a'lam bis-shawab.

#Tantangan365Gurusiana #TantanganHariKe-59

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post