Logika Semut
Bicara tentang isra' dan mi'raj adalah bicara tentang iman. Sebab peristiwa ini adalah wujud kekuasaan Allah subhanahu wata'ala yang tidak dapat ditembus oleh akal. Akal manusia sangan pendek untuk mempercayainya, tapi jika memakai logika iman maka segala sesuatu bisa saja terjadi atas kehendakNya.
KH. Zainudin MZ rahimahullah mengibaratkan perjalanan isra' dan mi'raj seperti seekor semut yang masuk ke dalam kantong baju kita, lalu baju itu kita pakai bepergian jauh, lemudian kita pulang lagi ke rumah dan semut itu baru turun dari kantong baju kita. Lalu ia bercerita dengan semut lainnya bahwa ia baru saja melakukan perjalanan jauh dalam waktu hanya setengah hari.
Jika menggunakan logika semut, maka muatahil perjalanan itu dapat ditempuh, tapi karena yang melaksanakan perjalanan itu adalah kita dan semut hanya menumpang maka ia menjadi logis dan wajar.
Begitu pun perjalanan isr' dan mi'raj yang menjalankan Allah, yang memberikan tumpangan Allah, yaitu kendaraan buraq yang jalannya secepat kilat. Orangvyang tidak mempercayai peristiwa isra' dan mi'raj berarti dia hanya menggunakan logika semut.
Maka peristiwa ini mengajarkan kepada kita tentang keimanan yang tinggi. Derajat seseorang di sisi Allah akan dinilai dengan imannya. Bukan hartanya, bukan juga kedudukan dan pengaruhnya, apalagi kalau sekedar modal tampang fisik yang konon katanya keren.
Wallahu a'lam bis-shawab.
#Tantangan365Gurusiana #TantanganHariKe-60
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
