Melvin Irawansyah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Menikahlah atau Sibuklah Dengan yang Lebih

Menikahlah atau Sibuklah Dengan yang Lebih

Menikahlah atau Sibuklah Dengan yang Lebih.Menikah bukan sekedar kebiasaan dan kebutuhan manusia apalagi hanya sekedar keinginan personal, melainkan merupakan syariat yang diatur dalam islam. Banyak keutamaan didapatkan dalam menikah, diantaranya dapat menundukkan pandangan dari lawan jenis yang tidak halal dan menjaga kemaluan dari perbuatan zina.

Seorang yang sudah mampu untuk menikah secara fisik, financial dan mental maka wajib baginya untuk menyegerakan, sebab khawatir terjatuh pada jurang kemaksiatan. Umar bin Khatthab mengatakan, "Aku tidak melihat orang yang suka menunda pernikahan kecuali karena dua sebab; lemah syahwat atau banyak maksiat".

Di suatu kasus memang ada orang-orang yang tidak menikah dengan alasan yang sangat tepat dan berdasar. Diantara mereka akhirnya tidak sempat untuk menunaikan pernikahan karena kesibukan dalam mendalami ilmu. Sebab kesibukan menuntut ilmu juga kemuliaan. Bahkan mereka paham betul jika mereka mengutamakan menikah khawatir akan membuat mereka payah.

Mereka berijtihad bahwa menuntut ilmu lebih mulia bagi mereka dalam menggapai ridho Allah. Bahkan dalam sebuah hadits yang diriwayat oleh Al-Hakim dalam kitab AlMustadrak menyebutkan bahwa, "Sesungguhnya anak menjadi sebab kalian menjadi pelit, pengecut, bodoh dan sedih"

Az-Zamakhsyary menyebutkan maksud pelit adalah seorang ayah akan menyimpan hartanya untuk anaknya, pengecut maksudnya membuat diri takut terbunuh sehingga kehilangan dirinya, bodoh artinya ia jadi sibuk mengurus anaknya ketimbang menuntut ilmu, sedangkan sedih maksudnya seorang ayah akan sedih saat berurusan dengan anaknya yang dilanda masalah sakit atau lainnya.

Sebut saja misalnya Imam An-Nawawi, beliau meninggal dunia di umur empat puluhan tahun dan belum sempat menikah karena kesibukannya dalam mereguh ilmu. Bukan berarti beliau tidak tau keutamaan menikah dan hukumnya. Bisa jadi beliau sudah meniatkan menikah, tapi di saat kesibukannya meraih ridho Allah dengan menuntut ilmu, ajal datang menjemputnya.

Seorang tokoh sufiah bernama Rabiah Al-Adawiyah juga tidak menikah, padahal konon waktu itu sudah ada laki-laki yang alim dan sholeh melamarnya yaitu Imam Hasan Al-Bashri, tapi ditolaknya dengan alasan bahwa yang melamar tidak dapat menjaminnya dalam empat perkara di antara jaminan bisa menjawab pertanyaan malaikat di dalam kubur.

Masih banyak lagi contoh para Ulama' yang tidak sempat menikah karena kesibukan mereka mereguh ilmu. Bagaimana dengan anda? Jikalau kesibukan menuntut ilmu tidak kau lakukan, ibadah masih sekedar menggugurkan kewajiban, mental dan kecukupan harta sudah memenuhi, apalagi yang kau tunggu?

Wallahu A'lam bis Shawab.

#Tantangan365Gurusiana #TantanganHariKe-64

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post