Rindu Rembulan
Si manis putih bersih itu sudah berkali menatapku. Ia seperti ingin mengatakan sesuatu kepadaku. Namun apa daya mulut tidak pernah mengeluarkan kata-kata.
Setiap hari tak pernah jemu ia menungguku. Terkadang, hanya sekedar mendengar suara batukku ia menoleh cepat. Sesekali ia bermanja mendekat, tapi tetap dengan rasa malunya tanpa menyebutkan sekata pun.
Sudah hampir dua puluh purnama ia selalu menunggu, mungkin ingin sekali ia mengucap sesuatu, tapi yang kudengar ia hanya menyuara, "meaw, meaw...".
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan