Melvin Irawansyah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kita Terus Berlari, Padahal Umur yang Sedang Pergi

Kita Terus Berlari, Padahal Umur yang Sedang Pergi

Sering kali kita merasa hidup ini masih panjang. Kita sibuk mengejar banyak hal; mengejar pekerjaan yang lebih baik, mengejar impian yang belum tercapai, mengejar pengakuan, bahkan terkadang mengejar sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu penting. Hari demi hari berlalu begitu cepat. Senin berganti Jumat, bulan berganti tahun, dan tanpa terasa usia kita terus bertambah.

Yang menarik, kita sering berkata, "Waktu berjalan begitu cepat." Padahal sesungguhnya bukan waktu yang pergi meninggalkan kita. Kitalah yang sedang berjalan menuju akhir perjalanan hidup. Setiap hari yang berlalu bukan hanya mengurangi daftar pekerjaan yang belum selesai, tetapi juga mengurangi jatah umur yang telah Allah tetapkan.

Ketika masih muda, kita berpikir bahwa masa depan masih sangat jauh. Saat dewasa, kita mulai disibukkan oleh berbagai urusan. Tiba-tiba saja kita mendapati rambut mulai memutih, tenaga tidak lagi sekuat dulu, dan banyak kenangan yang kini hanya tinggal cerita. Saat itulah kita sadar bahwa hidup ternyata tidak selama yang pernah kita bayangkan.

Kehidupan sering berjalan di antara impian dan harapan. Ada cita-cita yang berhasil kita raih, ada pula yang hanya menjadi angan-angan. Ada rencana yang berjalan sesuai keinginan, ada juga yang berakhir berbeda dari yang kita harapkan. Namun setelah melewati berbagai peristiwa, kita belajar bahwa tidak semua hal harus terjadi sesuai rencana kita.

Terkadang kita kecewa karena sesuatu yang kita inginkan tidak tercapai. Kita bertanya-tanya mengapa jalan hidup terasa begitu sulit. Namun seiring waktu, kita sering menemukan bahwa apa yang dahulu kita anggap sebagai kegagalan ternyata menyimpan kebaikan yang tidak kita lihat saat itu. Dan apa yang dulu sangat kita inginkan, ternyata bukan yang terbaik untuk kita.

Di situlah kita memahami satu hal penting: tidak ada sesuatu pun yang terjadi di luar ketetapan Allah. Rezeki, pertemuan, perpisahan, kebahagiaan, kesedihan, bahkan hal-hal kecil yang kita alami setiap hari, semuanya telah berada dalam ilmu dan kehendak-Nya.

Pemahaman ini bukan berarti membuat kita berhenti berusaha. Justru sebaliknya, kita tetap bekerja, belajar, berdoa, dan berikhtiar dengan sungguh-sungguh. Hanya saja, setelah semua usaha dilakukan, kita menyerahkan hasilnya kepada Allah dengan hati yang tenang. Sebab kita tahu bahwa apa yang menjadi milik kita tidak akan tertukar, dan apa yang bukan untuk kita tidak akan bisa dipaksakan.

Karena itu, jangan habiskan hidup hanya untuk menyesali masa lalu atau terlalu cemas memikirkan masa depan. Nikmatilah hari ini dengan penuh syukur. Gunakan waktu yang ada untuk berbuat baik, membahagiakan orang tua, memperbanyak amal, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Sebab pada akhirnya, bukan seberapa banyak mimpi yang berhasil kita kumpulkan yang akan menjadi penilaian utama. Yang paling berharga adalah bagaimana kita menjalani umur yang singkat ini dengan iman, kesabaran, dan keyakinan bahwa semua yang Allah tetapkan selalu mengandung hikmah, meskipun tidak selalu langsung kita pahami.

Kita terus berlari, hari-hari terus berlalu, dan umur terus berkurang. Maka sebelum akhir perjalanan itu tiba, semoga setiap langkah yang kita tempuh menjadi langkah yang mendekatkan kita kepada ridha Allah.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post