Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Rindu Nasi Berkat
Sumber Foto: Cookpad.com

Rindu Nasi Berkat

Apa itu nasi berkat? Nasi berkat adalah nasi yang diberikan kepada tamu untuk dibawa pulang setelah acara tahlilan memperingati hari kematian seseorang di keluarga tersebut. Sebetulnya nasi berkat erat kaitannya dengan budaya Jawa, lalu mengapa aku yang besar di Padang tahu dengan nasi berkat?

Aku lahir di Padang dan tinggal disana sampai tamat kuliah. Di Padang rumah orangtuaku di Jalan Salak kelurahan Ujung Gurun, yang lebih dikenal dengan daerah Puruih Kabun.

Orangtuaku mulai tinggal disana sejak tahun 1969. Pada mulanya daerah tersebut didominasi oleh pendatang atau keturunan Jawa, lalu kelompok lain adalah pendatang dari Pariaman dan Maninjau. Itulah sebabnya banyak sekali adat kebiasaan Jawa yang aku rasakan waktu aku kecil dulu, termasuk tradisi nasi berkat.

Biasanya untuk memperingati 7 hari kematian, 14 hari, 100 hari bahkan 1000 hari ada acara tahlilan diadakan di rumah almarhum atau almarhumah. Sebetulnya dulu bukan orang Jawa saja yang melakukan itu, juga dari orang Minang. Tapi tradisi pulang membawa nasi berkat hanya dilakukan pada tahlilan keluarga Jawa.

Nasi berkat diletakkan dalam takir, itu adalah daun pisang yang dibentuk seperti kotak segi empat, dengan sematan lidi di kedua sisinya. Ke dalam takir diletakkan nasi dengan lauk pauknya.

Sebetulnya lauk nasi berkat bukanlah lauk yang mewah, bahkan cenderung sederhana. Seingat saya lauknya terdiri dari urap, telur dadar yang diiris, bihun atau mi goreng lalu tempe kering. Kadang-kadang ada juga nasi berkat yang pakai ayam.

Saya tidak tahu, mengapa saya sukaa sekali dengan nasi berkat. Saya akan menunggu ayah pulang dari tahlilan, menunggu nasi berkatnya. Ayah biasanya ke tahlilan setelah shalat magrib, lalu balik ke rumah sekitar satu jam kemudian. Padahal sore saya sudah makan, tapi nasi berkat yang dibawa Ayah selalu saya tunggu.

Yang paling saya suka adalah urapnya, wangi dan rasa kencurnya membuat campuran kelapa dan sayur- sayuran itu terasa lezat sekali. Bihun gorengnya juga sangat nikmat. Ah, pokoknya semua yang ada di nasi berkat sangat lezat menurut selera saya saat kecil dulu.

Ketika tahun 80-an kebiasaan tahlilan untuk memperingati 7, 14 atau 100 hari kematian tidak lagi dianjurkan oleh pemuka agama di kelurahan kami. Alasan utamanya adalah memberatkan keluarga yang ditinggalkan, karena harus menjamu orang sekian banyak. Kalaupun tetap dilaksanakan, maka dapat dipastikan tidak ada yang menghadiri acara tahlilan tersebut. Sedangkan acara takziah tanpa suguhan makanan tetap diadakan.

Sekarang berpuluh tahun kemudian dari masa SDku, kadang terlintas dipikiranku kenikmatan nasi berkat yang dibawa Ayah. Kenangan pada nasi dalam takir dengan lauk sederhana yang wangi dan gurih.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post