Kantor Imigrasi yang Sepi
Paspor saya akan habis berlakunya bulan Agustus 2021, sebagai warga negara yang baik tentu saya harus memperpanjang masa berlakunya. Rencana perjalanan saya yang utama adalah memenuhi panggilan baitullah untuk beribadah haji. Semestinya antrean saya berakhir tahun 2021 ini, mengingat tahun 2020 tidak ada pelaksanaan ibadah haji, maka tidak ada kepastian hingga hari ini kapan saya dan suami akan berangkat.
Paspor saya hanya berisi stempel dari tiga Negara yaitu Arab Saudi, Malaysia dan Singapura. Saya melaksanakan ibadah umrah tahun 2016, transit semalam di Malaysia. Kemudian tahun 2017 saya ke Singapura, hanya itu isi paspor saya.
Saat pembuatan dulu saya mendaftar secara online melalui websitenya, saya lupa website Dirjen imigrasi atau website Kemenhum dan HAM. Yang saya ingat, saya tertolong dengan pendaftaran online, karena prosesnya jadi lebih mudah. Hal itu disebabkan suasana di kantor imigrasi Padang yang ramaii sekali. Semua kursi terisi, yang berdiri juga banyak. Bila tidak mendaftar online, maka kita harus ke kantor setelah shalat Subuh untuk mendapat nomor antrian yang lebih awal.
Saat ini untuk mendapat nomor antrian paspor kita bisa mendaftar secara online melalui aplikasi yang bisa kita unduh di HP. Disana kita bisa pilih kantor imigrasi yang mana. Pilih tanggal yang tersedia (hanya tersedia tiga hari ke depan), pilih jam yang kita mau (sebelum jam istirahat atau sesudah jam istirahat). Kemudian di aplikasi itu akan keluar jam yang disediakan untuk kita datang ke kantor imigrasi.
Saya mendaftar di kantor imigrasi Padang untuk hari kamis 18 Maret 2021, dan jam yang dikabulkan adalah jam 11.00 s.d 12.00. Hari kamis 18 Maret 2021 kami sampai di kantor imigrasi jam 9.45. Kemudian saya bertanya pada satpam, apakah saya boleh berurusan sebelum jam yang ditetapkan, ternyata boleh.
Saat masuk saya kaget, kantor imigrasinya lengang, sepi. Betul-betul berbeda dengan suasana saat saya mengurus pembuatan paspor dulu. Sudah jam 10, tapi saya dapat nomor antrean empat, suami saya nomor lima, bahkan tidak ada pemohon sesudah kami saat itu.

Dari masuk kantor, ke loket dua untuk menyerahkan berkas, lalu ke ruang foto dan sidik jari hanya sekitar 15 menit. Kami diberikan lembaran untuk pembayaran di bank atau kantor pos, yang bisa dibayar mulai besok sampai sepekan setelah mendaftar.
Jadi setelah itu kami sudah bisa keluar kantor. Luar biasa efek pandemi ini. Terutama sekali tidak adanya ibadah umrah menyebabkan kantor imigrasi sepi, karena selama ini yang membuat sesaknya kantor imigrasi adalah permohonan paspor untuk Jemaah yang akan berangkat umrah.
Saya tidak tahu apakah situasi ini berlaku sama untuk semua kantor imgrasi di Indonesia, karena yang saya datangi hanya kantor imigrasi Padang. Jadi sebetulnya saya tak perlu mendaftar online, karena tidak ada penuh sesak yang saya khawatirkan. Pandemi ini ternyata benar-benar mempengaruhi berbagai lini kehidupan.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
