Kebinekaan yang Damai
Sekolah tempat saya mengajar berada di kabupaten Pasaman Barat, kabupaten paling utara di provinsi Sumatera Barat, sehingga berbatasan dengan provinsi Sumatera Utara bagian paling selatan. Sumatera Utara bagian selatan itu warganya beretnis Mandailing, dengan agama mayoritas Islam. Marga mereka umumnya Lubis, Nasution dan Siregar. Walau demikian banyak juga murid saya berasal dari etnis batak yang beragama nasrani.
Selain itu kabupaten saya adalah daerah tujuan transmigrasi dari Jawa. Hal itu menyebabkan nama kampung di kecamatan Kinali ada yang bernama Sidodadi, Wonosari, Sidomulyo atau Bandarejo, yang mencerminkan nama tempat dalam bahasa Jawa. sebagian kecil orang Jawa tersebut ada yang beragama nasrani.
Tahun ini saya wali kelas12 IPA.3 dengan jumlah murid 35 orang, kebetulan tahun ini semua murid wali saya beragama Islam. Di kelas saya ada satu orang Sunda, tiga orang Mandailing, 12 orang Jawa, tiga murid Jamin( Jawa Minang) dan sisanya orang Minang. Keadaan yang sama juga dijumpai pada hampir semua kelas. Jadi tidak heran saat jam istirahat saat melewati sekelompok murid, kita akan mendengar percakapan dalam bahasa Jawa.
Hari Jumat pada jam pertama digunakan sebagai bimbingan rohani Islam. Dimana semua murid dikumpulkan di lapangan upacara, lalu setiap kelas bergiliran mengisi acara. Urutan acaranya adalah membaca Alquran dan terjemahan, hafalan ayat (Tahfiz), pidato keagamaan serta selingan penampilan bakat, bisa menyanyi, baca puisi, berpantun, bahkan stand up comedy.
Tadi pengisi acara adalah kelas 11 IPS 1, tema yang mereka bawakan adalah Semangat untuk Meraih Cita-cita. Istimewanya adalah saat penampilan bakat, seorang siswa nasrani beretnis Jawa ikut mengisi acara rohani Islam itu. Ia bernama Anjani tampil menyanyi diiringi musik dari HP dengan menyanyikan lagu Manusia Kuat dari Tulus. Suaranya merdu dengan nada yang benar. Dia sendiri juga anggota paduan suara sekolah, karena biasa menyanyi di gereja.
Sungguh indah kebinekaan yang berjalan damai, walau ada berbagai etnis di sekolah kami, agama yang berbeda, tetapi PBM selama ini berjalan tenteram tanpa pernah ada benturan dan masalah.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
