Ketakutan Indah
Suatu sore saat membimbing latihan upacara, Indah merapat ke tubuh saya.. Saya merasa heran dan menanyakannya masalahnya. Dia berkata lirih, bahwa dia melihat sesorang lewat dan dia takut. Saya memperhatikan sekitar. ada banyak murid dari kelas lain, karena Jumat sore adalah waktu untuk kegiatan ekstra kurikuler. Indah mengatakan ada murid kelas 12 yang menyukainya, dan dia tidak suka.
Saya tertawa lalu mengatakan bahwa itu hal yang biasa. Tidak bisa kita melarang perasaan seseorang yang menyukai diri kita. Saya mengatakan lagi bahwa Indahpun punya hak untuk balik menyukai atau menolaknya. Saya melihat wajah Indah yang gelisah, dan mengatakan sikap orang tersebut sudah membuatnya terganggu. Saya menepuk bahunya dan mengatakan sebaiknya jangan pacaran dulu, karena masih kelas 11. Saya menyuruh Indah untuk menolak saja baik-baik.
Dua hari kemudian Indah menemui saya di kantor Dia memperlihatkan layar HPnya. Saya membaca sekilas, ada kata-kata mesra. Saya hanya tersenyum. Indah lalu memperlihat kembali HPnya, dan saya sangat kaget. Ada beberapa foto aurat seorang perempuan. Saya segera mendesak untuk mengatakan siapa yang mengirim. Indah menjawab, dari orang yang menyukainya, itulah sebabnya dia merasa takut. Sesaat saya merasa menjadi wali kelas tak berguna. “Indah, mengapa dari awal kamu tidak mengatakan yang menyukai kamu itu murid perempuan juga?”
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
