Lambaian Mukena Dini Hari
Setiap dini hari, sebelum azan subuh berkumandang, saya sudah mengayuh sepeda menuju masjid. Jarak dari rumah saya ke masjid 800 meter. Lumayanlah, saya mendapat dua hal, beribadah sekaligus berolah raga.. Hal itu ditambah dengan nasehat dokter saat saya pernah mengalami nyeri lutut, dokter menyarankan agar saya berenang atau naik sepeda. Karena saya tak bisa berenang, maka bersepedalah yang saya pilih.
Suami saya yang juga ke masjid salat subuh, tetapi dia menggunakan mobil, sehingga kami datang dan pergi dengan cara berbeda. Barangkali ada yang menggunjingkan, karena kami terlihat seperti suami istri yang sedang bertengkar, tapi biar sajalah, toh kami tak mengganggu siapapun. Lagi pula masa bertengkar bertahun-tahun?
Beberapa pekan lalu saat sedang mengayuh sepeda, saya melihat cahaya motor di kejauhan. Saya berusaha lebih ke pinggir, karena sedang berada di jalan desa, di mana penerangannya samar-samar dari teras rumah tetangga, dan sepeda saya tak memiliki lampu. Saat berselisih dengan saya, tiba-tiba saya mendengar teriakan kaget pengendara motor itu. “Apa itu….ya Allah..ya Allah.!” Dan motor itu meninggalkan saya dengan sangat kencang. Di jalan sepi dini hari dia melihat mukena putih saya yang melambai-lambai, saya yakin pikirannya menyimpulkan berbagai hal mistis dari yang dia lihat.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
