Liburan di Rumah Nenek
Entah karena malas, atau ingin melatih murid-muridnya agar memiliki kemampuan menulis, maka Bu Ria punya kebiasaan yang selalu diulang setiap hari pertama sekolah setelah libur. Bu Ria memberikan tugas pada para muridnya untuk membuat karangan yang berjudul Liburan di Rumah Nenek. Saat kelas empat guru kelas mereka adalah Bu Ria, saat di kelas lima, kembali Bu Ria yang menjadi guru kelas, sehingga tugas mengarang ini adalah tugas yang ke-empat kalinya bagi murid-murid tersebut.
Farhan mengacungkan tangan, “Tidak bisa diganti berlibur di tempat yang lain Bu?” Bu Ria menggeleng, lalu balik bertanya, bukankah nenekmu masih ada? Farhan berusaha kembali menolak judul tugas tersebut. Bu Ria lalu mengatakan bahwa Farhan kebanyakan alasan, dan sebaiknya segera menyelesaikan tugas tersebut. Farhan dengan merengut kemudian mulai mengerjakan tugas tersebut.
Dua puluh menit menjelang jam pelajaran habis, Bu Ria mengumpulkan tugas tersebut, lalu secara acak menyuruh beberapa murid membacakan tulisannya. Farhan mendapat giliran ke-dua. Dengan tenang Farhan membacakan tulisannya. Ia mengatakan, bahwa pada tugas mengarang sebelumnya ia hanya berbohong. Farhan menuliskan lagi bahwa neneknya dari ayah sudah meninggal. Sedangkan ibunya adalah anak tunggal dan neneknya, yang tak mengizinkan ibu Farhan untuk membeli rumah. Farhan menutup tulisan dengan kalimat, “Sejak lahir saya tinggal di rumah nenek, berarti setiap hari saya berlibur di rumah nenek.”
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
