Tes Ishihara
Bila saya sedang membahas materi buta warna, maka saya akan mengajak semua siswa di kelas untuk mengetahui apakah matanya normal atau tidak. Saya mengujinya dengan menggunakan buku ini.

Buku ini berisi tulisan angka yang berada dalam campuran beragam warna. Mata seseorang yang normal akan melihat tulisan angka tersebut, tetapi tidak akan terlihat pada seseorang yang menderita kelainan yang disebut buta warna.
Buta warna adalah kondisi mata yang tidak mampu untuk melihat warna secara normal. Penderita penyakit ini sulit membedakan warna tertentu (buta warna parsial) atau bahkan seluruh warna (buta warna total).
Pada buta warna parsial, ada yang disebut buta warna merah-hijau.Beberapa gejala yang dapat dialami oleh penderita buta warna merah-hijau, yaitu:1Kuning dan hijau terlihat kemerahan. 2. Oranye, merah, dan kuning terlihat seperti kehijauan. 3.Merah terlihat seperti abu-abu gelap dan 4.Merah terlihat kuning kecokelatan, dan hijau terlihat seperti warna krem.
Ada juga buta warna biru-kuning, juga termasuk buta warna parsial. Penderita kondisi ini mengalami gejala berupa: 1.Biru terlihat kehijauan. 2.Sulit membedakan merah muda dengan kuning dan merah. 3.Kuning terlihat seperti abu-abu atau ungu terang
Sedangkan penderita buta warna total kesulitan membedakan semua warna. Bahkan, sekitar 10% dari penderita buta warna total hanya dapat melihat warna putih, abu-abu, dan hitam.
Tes untuk mengetahui apakah seseorang itu buta warna atau tidak ditemukan oleh seorang berkebangsaan Jepang bernama Shinobu Ishihara , beliau lahir 25 September 1879 dan meninggal tanggal 3 Januari 1963 dan beliau adalah seorang Opthamologi (dokter spesialis mata).

Dr. Shinobu Ishihara merupakan lulusan beasiswa militer kedokteran tahun 1905 yang kemudian bergabung dengan militer Jepang sebagai dokter ahli bedah pada mulanya. Pada tahun 1908 Dr. Shinobu memilih spesialisasi sebagai dokter mata dan kembali ke Tokyo University dimana beliau menekuni bidang riset Opthamologi (mata). Berikutnya tahun 1910 Dr. Shinobu kembali ke militer Jepang dimana beliau menjadi instruktur di kedokteran militer Jepang. Disana selain memeriksa dan mengobati para pasien, beliau juga diminta untuk mengetest calon anggota militer Jepang untuk ketidaknormalan pada mata.
Nama Dr. Ishihara mulai dikenal dunia secara luas setelah beliau menerbitkan buku The Ishihara Color Vision Charts pada tahun 1918. Bahkan saat ini, buku tersebut masih menjadi salah pilihan utama hampir di semua negara untuk membedakan pasien yang dapat membedakan warna atau tidak.
Selama ini saya melalui tes Ishihara saya belum pernah bertemu murid yang buta warna. Jadi saya kaget ketika pekanlalu seorang murid perempuan yang duduk di belakang tidak bisa menjawab angka yang saya tunjuk. Ternyata, setelah saya selidiki, hari itu kaca matanya tertinggal, itulah sebabnya penglihatannya jadi buram, bukan karena buta warna.
Sumber: Dirangkum dari beberapa sumber
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
