Maapam di Sekolah
Apam adalah makanan yang sama dengan serabi di daerah lain. Bahannya cuma tepung beras, santan dan garam. Kemudian dimasak di kuali besi, setelah matang dimakan dengan kuah dari santan dan gula merah, atau kuah bubur kacang hijau yang kuahnya dibuat lebih encer. Selain itu apam juga dapat dinikmati dengan kelapa parut yang diberi gula.
Di daerah Pasaman Barat, atau khususnya kecamatan Kinali tempat saya tinggal, apam dibuat di bulan Rajab, hampir setiap rumah membuat apam. Pelaksanaannya dilakukan dengan gotong royong ibu-ibu sekitar rumah, setelah itu dinikmati bersama. Ada juga yang dilengkapi dengan acara doa, kalau demikian maka tuan rumah tentu juga melengkapi dengan nasi dan lauk pauk pelengkap, bukan hanya apam.
Untuk melestarikan budaya ini, maka hari ini sekolah kami melaksanakan kegiatan maapam untuk seluruh kelas. Ada 29 rombel di sekolah kami, maka semua kelas melaksanakannya dengan bimbingan wali kelas masing-masing.
Acara dimulai dengan berkumpulnya semua siswa di lapangan upacara, lalu ada sambutan dari kepala sekolah. Setelah itu sekitar pukul 8.00 kegiatan dimulai. Setiap kelas sudah menyiapkan tungku di depan kelas masing-masing. Saya adalah wali kelas 12 IPA.3, kami menyiapkan lima buah tungku. Untuk memasak apam bukan mengunakan kayu bakar atau gas, tapi daun kelapa kering, anak-anak dari etnis jawa menyebutnya blarak, anak Kinali menyebutnya suluah.
Adonan sudah dibuat sebelum berangkat kesekolah oleh beberapa anak perempuan, di rumah Yolanda. Mereka memakai 13 bungkus tepung beras ukuran 0,5 kg. Jadi yang dibawa ke sekolah adonan yang sudah jadi. Mereka juga sudah memasak kuahnya berupa kuah dengan kacang hijau dari rumah. Kegiatan di sekolah tinggal memasak apam ke dalam kuali.
Daun kelapa kering membentuk asap, dan kepulan asap itu membubung dari setiap kelas. Semua siswa bersemangat, bergotong royong untuk menyelesaikan adonan apam tersebut.

Setelah semua apam selesai, sampah dibersihkan. Kami saya dan siswa 12IPA.3 makan bersama bekal nasi yang dibawa dari rumah. Setelah itu memakan apam yang sudah masak. Tapi sebagian besar siswa membawa pulang apamnya, karena sudah kenyang.
Setiap kelas meyerahkan apam dan kuahnya kepada panitia, dilengkapi dengan minuman.Kelas kami melengkapi dengan air kelapa muda. Kemudian juri menilai apam dari setiap kelas. Hasilnya akan diumumkan besok. Kalaupun tidak menang tidak masalah, yang penting kelas kami sudah berpartisipasi, kerja sama dan kekompakan yang ditunjukkan siswa lebih berarti bagi saya sebagai wali kelas.

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
