Kok Ceritanya Mirip?
Saat ke Bandung kemarin, kami menginap di hotel Amaris, jalan Setia Budhi. Pagi pertama setelah sampai di Bandung, saya dan suami keluar untuk jalan pagi setelah salat Subuh. Kami belok kanan dari gerbang hotel, jalannya mendaki.
Sekitar lima menit berjalan kami menyeberang, agar berjalan ke sebelah kiri. Tiba-tiba ada seorang bapak bertanya padaku sambil menunjuk tempat di seberang jalan, ”Itu sewanya sehari berapa ya Bu?” Saya melihat di seberang adalah tempat penyewaan mobil. Saya menggeleng, “Gak tahu Pak, saya bukan orang sini, coba telepon saja, itu ada nomor teleponnya.”
Eh, ternyata dia malah ngajak ngobrol, menanyakan dari mana. Saya dan suami lalu menjelaskan maksud kedatangan kami ke Bandung. Eh ternyata dia ramah juga, menceritakan bahwa dia dari Bangka Belitung, ke Bandung ada urusan dinas, sekaligus melihat anak yang kuliah di ITB. Ternyata dia menginap di hotel yang sama dengan kami.
Bapak itu ternyata mengiringi langkah kami sambil tetap ngobrol, kemudian kami dihentikan seorang bapak yang berdiri di pinggir jalan. Dia minta maaf lalu menanyakan di mana bi i si, saya menggeleng. Si bapak Babel malah semangat menunjuk ke suatu arah, “O, BEC, ke arah sana, pakai aplikasi saja.” Orang itu menggeleng, lalu mengatakan dia dari Brunei, tidak punya aplikasi kendaraan on line.
Kemudian si Brunei membuka tasnya lalu mengeluarkan HP, dia mengatakan dia pedagang HP, mau menjual ini ke BEC. (Saya baru tahu BEC itu setelah cari di Google, Bandung Electronic Center). Bapak yang dari Babel tertarik lalu menanyakan harga.. Si Brunei mengatakan dia jual 500 dolar. Si Babel menjawab, “Ah, murah sekali, di sini 21 juta lo.” Kemudian si Brunei mengatakan lagi, kalau mau mengantar dia ke BEC dia akan memberikan HP itu gratis. Saya segera menarik tangan suami agar melanjutkan jalan pagi kami, meninggalkan merekaberdua. Saya merasakan aura penipuan. Bapak Babel itu terlihat sekali tertariknya, apakah dia akan tertipu?
Besok paginya kami kembali jalan pagi, tapi belok kiri dari gerbang hotel.Setelah sekian jauh,kami balik kembali ke hotel. Saat itu seorang laki-laki yang juga berjalan pagi tersenyum dan menyapa, “ Jauh jalannya Pak? Sudah berapa kilo?”
Setelah ngobrol dia mengatakan menginap di apartemen dekat hotel kami. Dia pegawai kementerian pertanian yang sedang ada diklat di bandung, sekalian melihat anaknya yang kuliah di Bandung.
Tidak begtu jauh dari hotel saat seorang laki-laki menghentikan kami lalu menanyakan di mana BEC. Deg! Saya merasa aneh dengan kebetulan ini. Dia kemudian membuka tasnya, lalu memperlihatkan segepok uang Rp 50.000, dia mengatakan akan membayar bila mau mengantarnya ke BEC.
Seperti kemarin, saya lalu menarik tangan suami agar terus berjalan. Meninggalkan dua orang itu yang masih berbincang. Tidak mungkin ini kebetulan, berarti ada sekelompok orang melakukan hal dengan pola yang sama. Tetapi tujuannya apa? Ingin menipu kami? Bahkan saya tak tertarik sedikitpun dengan HP yang mestinya 21 juta tapi dijual sekitar 8 juta. Apalagi dengan segepok uang Rp 50.000 untuk mengantarnya ke BEC.
Lalu, apakah bapak yang dari Bangka Belitung dan bapak yang pegawai kementerian pertanian itu juga rekannya? Karena polanya sama, ke Bandung untuk dinas sekaligus melihat anak yang kuliah. Sekali lagi,mengapa kami targetnya? Apakah kami terlihat seperti orang kaya? atau sebaliknya terlihat seperti orang kampung yang mudah ditipu?
Alhamdulillah, sampai balik ke Padang, kami tidak mengalami kejadian lanjutan apapun berkaitan dengan peristiwa dua kali pagi tersebut.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
