Tidak Lagi Seperti Dulu
Saat pertama kali masuk kelas 11 IPA.2 untuk memperkenalkan diri sebagai wali kelas, aku langsung merasa tak asing dengan Yuliana Fakhrizal. Delapan belas tahun menjadi guru di SMA ini tentu telah mengajar sekian banyak siswa. Yuliana Fakhrizal adalah yang ke-tiga, sebelumnya ada Rahmawati Fakhrizal dan Aditya Fakhrizal. Garis wajahnya bisa aku kenal menandakan mereka berasal dari orang tua yang sama.
Aku ingat keadaan Rahmawati dan Aditya saat sekolah dulu. Mereka sering terlambat membayar lalu membuat perjanjian untuk melunasi iyuran sekolah. Aku juga masih ingat pernah membelikan sepatu untuk Aditya karena sepatunya tidak layak lagi dipakai ke sekolah. Sayang aku tidak tahu keadaan mereka setelah tamat SMA. Karena sekarang Yuliana adalah siswa waliku, aku berjanji akan membantunya bila nanti ada pengusulan beasiswa.
Dua hari yang lalu kepala sekolah mengatakan agar setiap wali kelas mendata siswanya yang membutuhkan beasiswa dan melengkapi persyaratannya. Dari kelasku aku memasukkan tiga nama termasuk Yuliana. Saat istirahat Yuliana menemuiku, aku mengira dia akan menyerahkan persyaratan beasiswa. Ternyata dia mengatakan penolakan dan meminta agar beasiswa tersebut dialihkan saja pada siswa lain yang membutuhkan, karena saat ini ekonomi orang tuanya sudah membaik. Kemudian dia menyerahkan sebuah amplop titipan dari ayahnya. Di amplop itu tertulis, infak untuk musala SMA, 7 juta rupiah.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
