Kepikunan
Mertua perempuan saya lahir pada tahun 1936, jadi saat ini beliau sudah berumur 87 tahun.Suami saya adalah anak ke dua, jarak umur beliau dengan suami saya adalah 30 tahun, sama dengan jarak umur beliau dengan saya. Semasa muda kedua mertua saya bekerja sebagai guru SMP dan mereka memiliki tujuh orang anak.
Tahun lalu semua anaknya bisa pulang, tapi tahun ini ada dua orang anak yang tak bisa pulang karena kesibukan yang tak bisa ditinggalkan. Saya dan suami datang mengunjungi beliau dengan anggota keluarga kami lengkap berenam.
Karena saya sudah punya menantu dan cucu juga, maka untuk kenyamanan kami hanya berkumpul siang di rumah mertua, malamnya kami menginap di hotel. Saat perjalanan ke hotel itulah anak saya mengatakan, “ Ma, kayanya nenek mulai pikun.”
Anak saya mengatakan, neneknya menjelaskan berapa orang beliau bersaudara, padahal tentu saja anak saya tahu siapa saja saudara neneknya. Nenek mengatakan bahwa saudaranya yang ke lima, yang bungsu bekerja di bank. Padahal itu adalah anak bungsunya. Karena saudaranya yang bungsu sudah pensiun juga dari pekerjaannya di Telkom.
Anak saya berusaha memperbaiki,”Yang kerja di bank itu Om Teddi Nek, anak bungsu nenek, yang adik bungsu Nenek adalah kakek yang di Bandung, dulu kerja di Telkom.” Tapi kata anak saya, neneknya tetap ngotot membantah ucapan anak saya.Saya hanya bisa menjawab, “Dimaklumi saja, sudah syukur beliau masih sehat pada umur segitu.”
Saya sendiri, sejak usia memasuki umur 50 tahun berusaha menjaga kestabilan memori saya. Walau saya tahu, itu adalah proses alamiah yang akan terjadi pada semua orang, bahwa kemampuan mengingat kita memang akan semakin menurun.
Dari **(censored)** ada beberapa tanda yang menunjukkan kemampuan memori kita semakin menurun, atau tanda kepikunan yaitu:
1. sering mengulang pertanyaan atau cerita yang sama dalam waktu yang dekat,
2. Kehilangan hobi
3. Kesulitan mengambil keputusan
4. kesulitan mengatur keuangan
5. Lupa bagaimana cara menggunakan suatu alat
6. Lupa dengan tanggal, bulan, bahkan tahun
Saya sendiri melakukan beberapa hal untuk tetap menjaga kekuatan ingatan, yaitu membaca Quran, membaca bacaan yang saya sukai, baik bacaan dari buku fisik atau bacaan on line, menjaga komunikasi dengan teman-teman lama, berusaha menuangkan ide dalam bentuk tulisan setiap hari, dan main game.
Main game walau mungkin terlihat menghabiskan waktu secara mubazir, tapi menurut saya itu ada manfaatnya untuk merangsang kemampuan otak. Saya sendiri menyukai game yang berkaitan dengan pembentukan kata, seperti scrabble dan teka-teki membentuk kata lainnya, biasanya saya memilih yang berbahasa Inggris.
Tua itu pasti, tak bisa ditunda atau dicegah. Semoga kita bisa menikmati usia tua dengan tubuh yang sehat dan memori otak yang lebih lama bertahan kesegarannya.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
