Manfaat Orang Islam yang Tidak Berpuasa
Di depan rumah saya, tidak pas di depan sih, karena depan halaman saya tanah kosong, jadi di depan rumah tetangga samping saya. Di sana ada sebuah warung yang menjual menu sarapan dan makan siang untuk siswa SMA. Karena SMA tempat saya mengajar berada di belakang warung tersebut.
Ada batas pagar yang tinggi, tetapi beberapa siswa SMA tetap bisa punya cara untuk sampai ke warung tersebut dengan melompati pagar. Bisakah jalan lewat gerbang? Bisa, tapi memutar dan itu cukup jauh. Apakah menu disana enak sekali? Warung itu menjual lontong sayur, nasi goreng, mi instan dan nasi putih dengan lauknya serta gorengan. Saya pernah membeli lontong sayur untuk sarapan dan menurut lidah saya bukanlah makanan yang dapat disebut lezat.
Mengapa para siswa itu rela memanjat pagar untuk makan disana? Tentu karena jauh dari pengawasan guru, maka di sana bebas merokok, di sana tempat mangkal untuk bolos, ada musik pula yang genrenya bisa dipilih sesuai selera siswa. Bagaimana peran saya sebagai guru yang rumahnya di seberang warung itu? Apalah kuasa saya, masa saya melabrak ke halaman orang. Lagi pula saya juga di sekolah sedang mengajar. Saya hanya bisa melihat hal itu pada hari kosong saya, ya hanya melihat.
Pada bulan puasa ini bagaimana kegiatan di warung tersebut? Tidak ada PBM di SMA, karena PBM dialihkan kepada kegiatan rohani Islam pada beberapa buah masjid. Ternyata tanpa ada siswa SMApun, kegiatan warung itu di siang hari tetap berjalan. Selalu saja ada beberapa motor yang parkir disana, ada kain yang menutupi sekitar warung, membuat aktifitas di dalam tidak terlihat dari luar.
Tadi saya berkata pada suami saya, “Untung juga ada yang tidak patuh pada perintah agama, sehingga pelanggannya selalu ada.” Suami saya hanya tersenyum menanggapi. Memang benar, sumber pencarian suami istri itu semata-mata dari menjual makanan di warung tersebut. Seandainya semua masyarakat sekitar patuh untuk menjalankan puasa, tentu tidak ada pemasukan pada warung tersebut, kalaupun ada tentu hanya sebentar menyediakan hidangan untuk berbuka.
Dalam Al Quran dikatakan puasa hanya diperintahkan untuk orang yang beriman. Saya dan suami tidak bisa memaksa orang untuk beriman, jadi walau terlihat aktifitas makan di warung itu setiap siang, ya dilihat saja. Coba seandainya pemilik warung menjawab, “Ini sumber pencarian kami, memangnya Ibu bersedia menanggung makan kami sekeluarga?” Jadi, yang tidak puasa dan yang menyediakan makan siang untuk orang yang tak berpuasa, biar sajalah mereka bekerja sama.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
