Perjalanan Ngebut
Hari ini kegiatan sekolah masih dilaksanakan di masjid yang telah ditunjuk. Materi yang diterima siswa dalam jadwal adalah NAPZA dengan pemateri dari Polsek Kinali. Dalam jadwal materi NAPZA itu dari pukul 09.00 sampai pukul 10.00.
Sampai pukul 09.30 pemateri masih belum datang, walau kabarnya sudah di jalan. Kemudia pemateri datang pukul 09.35, yaitu wakil Kapolsek Kinali, dan beliau segera dipersilakan untuk mengisi acara oleh siswa yang ditunjuk sebagai pembawa acara.
Karena mulainya terlambat, tentu pelaksanaan juga berlangsung terlambat. Pukul 10.15 saya menerima telepon, rupanya itu panggilan ke-tiga yang tak saya dengar sebelumnya. Saat telepon saya angkat, rupanya petugas dari RS yang tadi pagi saya mendaftar secara on line. Dia mengatakan bahwa pasien lain sudah tidak ada, dokter hanya menunggu saya dan suami.
Wah, saya tentu saja kaget, karena jadwal praktik dokter penyakit dalam itu di jadwal adalah pukul 11.00 sampai pukul 12.00, ini kan baru pukul 10.20.
Segera saya telepon suami yang duduk di kelompok laki-laki, suami saya mengatakan agar saya segera keluar masjid.
Sayapun minta izin pada siswa bimbingan saya, lalu saya dan suami segera keluar dari masjid. Saya telepon lagi petugasnya ia mengatakan dokternya masih menunggu sampai pukul11.00. Saya katakan pada suami apakah bisa, suami saya menjawab InsyaAllah.
Kami berangkat pukul 10.30 dan jarak dari masjid itu menuju ke RS sekitar 30 km, rasanya saya ingin mobil kami terbang saja menuju RS. Setiap ada mobil di depan yang menghalangi jalan kami, rasanya bagaimana agar mobil lain itu menepi. Kalau biasanya saya suka jengkel kalau suami saya ngebut, tadi malah rasanya suami saya agak lelet menyetirnya.
Akhirnya, pukul 10.57, kami sampai di bagian adm RS untuk melapor kedatangan kami. Suami saya mesti cek gula darah dulu ke lab seperti biasa. Tensi saya normal, 123/75, tensi suami juga normal 127/80, gula darah suami juga normal 90. Alhamdulillah. Walaupun semuanya normal, tapi karena kami divonis menderita hipertensi maka kami harus kontrol setiap bulan, dan meminum obat setiap hari.
Dokter spesialis penyakit dalam itu adalah seorang perempuan yang merupakan siswa kami tamatan tahun 1996. Ketika saya tanyakan, mengapa jadwalnya tak sesuai dengan yang tertulis. Dia menjawab, “Mestinya memang mulai pukul 11.00, tapi saya ada urusan ke Padang Bu, makanya jadwal saya percepat.”
Oh begitu, jadi bukan kami yang salah jadwal, syukurlah kami selamat dalam perjalanan ngebut tadi.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
