Salut dengan Kemampuan Mereka
Semakin tua tentu saya berusaha semakin religius, walau sebetulnya sejak masih anak-anakpun saya dapat digolongkan sebagai anak yang patuh terhadap kewajiban agama. Saya mulai puasa sejak kelas satu SD, itu setengah hari, dan sejak kelas dua SD saya sudah puasa sampai magrib dan puasanya penuh satu bulan. Begitu juga salat, saya telah melakukan salat lima waktu tanpa disuruh lagi sejak kelas dua SD itu.
Walau demikian, hafalan ayat quran saya minimalis, karena dulu itu pendidikan yang saya terima tidak “memaksa” agar menghafal banyak surat-surat di quran. Jadi saya hanya hafal surat-surat pendek di juz 30, itupun tidak banyak. Hal itu juga berimbas pada kedua saya yang dari TK sampai S1 sekolahnya di sekolah umum, sehingga hafalan surat qurannya juga terbatas.
Zaman sekarang, atau sejak 2010 ke atas ya, saya melihat trend positif untuk meningkatkan kemampuan menghafal surat quran bagi generasi muda. Banyak program tahfiz menjadi ekstra kurikuler di sekolah-sekolah. Ada program tv untuk kompetisi para penghafal quran. Bahkan ada keistimewaan bagi penghafal quran untuk diterima pada perguruan tinggi tanpa tes.
Selama pesantren Ramadan inipun ada tugas yang harus diselesaikan para siswa termasuk hafalan surat quran. Untuk siswa kelas 10 harus menghafal surat An Naba, siswa kelas 11 menghafal surat An Naziyat, sedangkan kelas 12 menghafal surat As Sajdah. Mereka boleh setor ayat dengan dicicil atau sekaligus sampai selesai.
Ada dua orang anak perempuan di kelompok saya yang kemampuan hafalannya istimewa, mereka keduanya siswa kelas 10. Keduanya menyetor surat An Naba dengan sekali setor, tanpa dicicil. Saya yang menyimak dengan quran mendengar dengan kagum bacaan mereka yang lancar dan benar, padahal surat An naba itu 40 ayat, walau ayatnya pendek-pendek, tapi tetap harus punya ingatan yang baik untuk bisa menghafalnya.
Tadi anak perempuan itu menyetor lagi, untuk nilai bonus, karena hafalan wajibnya sudah tuntas. “Bu, saya mau nyetor surat tambahan, surat An Naziyat ya Bu.”
Itu hafalan wajib untuk kelas 11, dan kembali dia menyetor tuntas tanpa dicicil, sebanyak 46 ayat. Saya kagum dan jadi maluu dengan kemampuan saya.
Saya tidak mengajarnya di kelas, karena saya tidak mengajar kelas 10, tapi saya yakin, anak yang dengan mudah bisa menghafal al quran, akan punya kemampuan yang baik pula dalam bidang akademik. Semoga saya juga bisa menyemangati diri untuk menambah hafalan surat al quran saya.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
