Senangnya Menjadi Guru
Hari Kamis 13 April 2023 saya dan suami datang ke kemenag kabupaten Pasaman Barat. Ternyata ada kesalahan pada kepala KUA kecamatan, yang lupa menginformasikan kepada kami. Karena sebelum itu petugas kemenag bertanya kepada kepala KUA kecamatan kami, menanyakan mengapa kami berdua belum juga melapor. Barulah saat itu kepala KUA kecamatan sadar bahwa beliau terlupa menghubungi kami.
Baiklah, kami maafkan. Kami segera ke bank untuk melunasi biaya haji yang di kabupaten kami biayanya Rp 46.044.850, karena setoran awal sudah dibayar Rp 25.000.000, maka kami membayar sisanya. Karena bank saya dan suami berbeda, maka saya diantar ke bank saya, dan suami saya pergi ke banknya.
Sebelum ke bank kami membuat pas foto dulu, katanya bisa ditunggu, tapi kami putuskan ke bank dulu. Karena urusan saya di bank cepat selesai, sementara suami belum, maka saya putuskan berjalan kaki saja ke studio foto, jaraknya sekitar 1km dari bank.
Saat berjalan itu sebuah motor berhenti, saat itu sekitar pukul 11.00, hari terik sekali.
“Bu, kemana? Kok jalan sendiri? Ayo saya antar.”
Saya memandang seorang laki-laki muda diatas motor matic, saya tidak kenal, tapi dia tetap memaksa saya naik. Mungkin dia melihat wajah curiga saya, iya saya curiga dengan keramahannya.
“Bu, saya murid Ibu di SMA, Ibu kan guru SMA 1 Kinali, ayo Bu saya antar, masa jalan sendiri panas begini.”
Barulah saya percaya bahwa dia orang baik. Dia mengatakan namanya Reno, alumni tahun 2006, tapi saya sungguh tak ingat. Dia mengantar saya sampai ke studio foto, Alhamdulillah. Sungguh tak disangka, di tengah terik itu Allah mengirimkan seorang siswa saya, sehingga saya tak jadi berjalan.
Hari ini Jumat 14 April 2023 kami memeriksa kesehatan, pertama ke puskesmas kecamatan dulu. Di sana kami dilayani oleh Susi, murid kami alumni tahun 90-an. Dari pemeriksaan laboratorium hanya kolestrol saya saja yang agak tinggi, selainnya normal.Biaya di puskesmas Rp 70.000 per orang
Setelah periksa laboratorium dan tanya jawab dengan dokter puskesmas, maka kami melanjutkan pemeriksaan ke RSUD kabupaten. Kami akan di rontgen, EKG, pengambilan darah untuk diperiksa dan pemeriksaan urine, dengan biaya Rp 600.000.. Di sana kami bertemu dengan murid lagi, namanya Aninef Farida, tamat tahun 90-an juga. Dia mengantar kami ke ruang rontgen dst. Sungguh sangat membantu.
Saya tidak menyesal diberi tahu terlambat, mengapa? Karena kami tidak berdesak-desakan lagi, baik di bank ataupun di rumah sakit. Sehingga kami nyaman dan cepat urusannya. Ditambah lagi bantuan dari murid yang sangat kami syukuri bantuannya.
Segalanya harus disyukuri, tapi dua hari sejak pemberitahuan haji ini, kami sangat mengalami kemudahan, Alhamdulillah.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
