Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Ternyata Sama

Ternyata Sama

Libur lebaran ini saaat saya pulang ke Padang untuk mengunjungi adik yang anaknya menikah, saya ngobrol dengan tetangga masa kecil yang rumahnya persis di depan rumah orang tua saya. Namanya Eli, beliau adalah seorang guru SD, dan dia bercerita sudah pensiun sejak tahun 2020 dan mengabdi selama 32 tahun.

Kami seumuran, karena lahir pada tahun yang sama, mestinya dia pensiun tentu juga tiga tahun lagi seperti saya. Dia mengatakan mengalami osteoporosis sehingga kakinya tak kuat berdiri lama. Sementara sepanjang karirnya beliau adalah guru kelas satu yang menuntut banyak bergerak, tidak bisa duduk saja. Hanya satu kali dia mengajar kelas tiga.

Beliau mengatakan itu permintaan wali murid yang meminta agar dia mengajar kelas satu lagi, karena anaknya nyaman belajar dengannya, maka para orang tua ingin anak berikutnya tetap diajar oleh beliau. Bahkan anak dari siswanya dulu juga ingin diajar lagi oleh beliau saat kelas satu. Luar biasa ya, saya yakin teman saya ini guru yang sangat menyenangkan untuk para murid muda yang baru mengenal sekolah.

Iseng kemudian saya menghitung berapa tahunkah jarak antara guru SD dan guru SMA untuk mengajar anak dari siswanya dulu? Saya sendiri mengajar sejak sejak tahun 1990, dan sejak tahun 2010 saya sudah mengajar “cucu”, terutama siswa yang saya ajar saat kelas tiga saja.

Saya membuat hitungan untuk seorang siswa yang lahir tahun 1976, maka dia kelas satu SD tahun 1982, dan kelas satu SMA pada tahun 1991. Bila dia menikah tamat SMA, maka anaknya lahir tahun 1996. Anaknya akan kelas satu SD tahun 2002. Jarak aatara guru SD mengajar ibunya saat kelas satu SD dengan mengajar anak ibunya itu adalah 20 tahun.

Sementara guru SMA ibunya yang mengajar ibunya saat kelas satu SMA tahun 1991 akan mengajar anaknya itu tahun 2011, jaraknya guru SMA mengajar ibu dan mengajar anaknya itu juga 20 tahun.

Ini hitung-hitungan apa sih, he..he saya cuma iseng. Saya pikir jarak guru SD akan lebih dekat, kan anak diajar umur enam tahun. Ternyata sama saja, minimal 20 tahun kemudian seorang guru akan mengajar para “cucu”di kelas. Kalau saya sih sudah banyaaak mengajar “cucu”. Biasanya saat penerimaan rapor atau saat rapat komite pasti ada saja bertemu siswa yang tamat sekian tahun lalu dan mengatakan,”Ibu, masih ingat saya, anak saya sekarang kelas 11 gurunya ibu juga lo.” Hmm, itu menandakan saya memang sudah tua.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post