Bayi Kembar (Tamat)
Setelah pembicaraan yang penuh bentakan, kata makian dan isak tangis, maka Dita memutuskan tetap meneruskan kehamilannya. Pak Husin juga tidak tega menyuruh Dita menggugurkan kandungan, selain risikonya besar, itu juga akan menambah tumpukan dosa.
Entah ilham datang dari mana, tiba-tiba Pak Husin mengusulkan Ide agar Dita diungsikan ke rumah adik bungsunya. Rima adiknya menikah dengan Aji yang karyawan sebuah perkebunan teh. Mereka tinggal di rumah dinas perkebunan, nun jauh di sana di pegunungan, sekitar 300 kilo dari rumah mereka. Saat ini Rima hamil empat bulan, anak pertamanya.
Dita tidak kuasa menolak dan membantah lagi, ketika Bu Isti dengan gerak cepat pergi ke sekolah Dita mengurus kepindahannya. Bu Isti mengatakan Dita pindah ke pulau lain, tempat neneknya tinggal. Neneknya yang sudah tua butuh teman untuk menjaganya di rumah, dan Dita yang diminta neneknya.
Pasangan Rima dan Ajipun tak tega membantah permintaan Pak Husin dan Bu Isti. Pasangan pengantin baru itu mau tak mau berusaha ikhlas menerima keponakannya yang hamil tanpa nikah. Rima merawat kandungannya dengan harapan dan cinta, sementara Dita menjalani kehamilannya dengan keluh kesah. Dita kesal harus berada di tempat sepi dan dingin itu, sementara Doni seperti ditelan bumi, tak ada akses untuk bisa menghubunginya lagi.
Dita memeriksakan kehamilan bersama dengan Rima ke klinik perkebunan. Setiap kebohongan akan bersambung dengan kebohongan lain, sehingga Rima mesti mengarang cerita tentang status Dita dan kehamilannya.
Ketika sampai bulannya, Rima melahirkan bayi perempuan yang sehat. Dita menyusul dua bulan kemudian, juga melahirkan seorang bayi perempuan. Secara garis keluarga, bayi Dita adalah cucu Rima, dan bayi Dita nantinya akan memanggil tante kepada bayi Rima.
Nyatanya itu tidak terjadi. Dengan segala usaha dan tipu muslihat, Pak Husin mengusahakan akte lahir untuk kedua bayi tersebut. Di akte tersebut kedua bayi adalah adalah anak pasangan Rima dan Aji, mereka tertulis lahir sebagai bayi kembar
Tahun depannya Dita kembali mendaftar sebagai siswa baru di sebuah SMA swasta. berusaha melupakan bayi dan masa lalunya. Sementara di pegunungan, di sebuah perkebunan teh, Rima dan Aji membesarkan bayi perempuan kembar, yang umurnya berjarak 70 hari.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
