Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Menjadi Orang Baik
Sumber: Quipper

Menjadi Orang Baik

Saya kira semua paham apa yang dimaksud dengan orang baik, bahkan anak kecilpun bisa membedakan. Walaupun susah sekali untuk 100% menjadi baik tanpa cela dan berbuat kesalahan. Karena hati kita masih punya rasa jengkel, mengomel tentang suatu kebijakan, bahkan mengeluh pada cuaca.

Seorang guru di sekolah tempat saya mengajar pada setahun terakhir membagikan makanan setiap hari Jumat pagi untuk guru dan karyawan. Seorang guru yang lain pada Jumat pagi juga menyumbangkan makanan kecil untuk sekelas siswa walinya. Kebetulan saya mengajar di kelas itu pada jam pertama, jadi saya selalu melihat ketua kelasnya membawa satu kantong kresek kue basah dari guru tersebut untuk dibagi pada teman sekelasnya

Saya salut dengan kemurahan hati para guru tersebut. Mulanya saya ikut menikmati pemberian sarapan setiap Jumat itu, lama kelamaan timbul rasa tidak nyaman di hati saya, masa saya cuma bisa menikmati? Maka beberapa bulan terakhir saya ikut membantu semampu saya biaya Jumat berkah itu. Sedangkan pemberian untuk siswa,

, walaupun saya juga pernah berlaku tapi hanya sesekali, tidak rutin setiap pekan.

Seorang tetangga saya hidupnya sulit, karena suaminya bekerja serabutan dan memilki dua istri. Sering sekali dia ke rumah meminjam uang, kemudian dibayar, lalu meminjam lagi, begitu seterusnya.Saya pernah beberapa kali memberi zakat padanya, tapi tidak membuat dia berhenti untuk kembali meminjam. Selama ini dia tetap membayar utangnya, jadi saya masih belum kapok meminjamkan lagi uang padanya.

Untuk berbuat baik kita hanya membutuhkan kemurahan hati, perasaan ikhlas bahwa apa yang kita beri tidak akan membuat kita kekurangan. Berbuat baik tentu bukan hanya dengan cara berbagi uang dan makanan. Berbuat baik bahkan dapat dilakukan dengan hanya diam mendengarkan curahan hati seseorang, karena dia sedang butuh didengarkan, tidak usah menyela dan menasehati, cukup dengarkan saja.

Untuk menjadi jahat saya kira lebih sulit, perlu memalsukan tanda tangan seseorang, perlu mengganti kuitansi karena biaya yang digelembungkan, perlu menukar nomor telepon agar tidak lagi bisa dihubungi orang yang kita tipu. Bahkan perlu membobol rumah orang, memakai senjata tajam untuk melukai orang yang diambil hartanya.

Bila menjadi jahat dengan mengkhianati suami atau istri, maka perlu upaya untuk berbohong, berpura-pura, mengurangi materi yang seharusnya menjadi hak istri dan anak. Ribet sekali.

Percayalah, jauh lebih mudah menjadi orang baik. Anda hanya perlu berjalan lurus pada jalur yang ditetapkan. Sedangkan untuk menjadi orang jahat, saat Anda keluar dari jalur tersebut, maka perlu banyak upaya agar Anda bisa terlihat seolah masih berada di jalur. Bila ada cara yang mudah dan membuat hidup lebih ringan, mengapa mesti mempersulit dan menambah beban?

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post