Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Batuk yang Bersahutan
Sumber: Istock

Batuk yang Bersahutan

Sudah menjadi slogan bagi yang menjalani umrah atau haji ke Arab Saudi kalimat yang berbunyi, ”Semua batuk, kecuali unta”. Kenyataan yang saya alami memang demikian. Pada saat saya mengikuti umrah pada tahun 2016, saya dan suami mengalami batuk juga, bedanya suami di pertengahan jadwal, sedangkan saya sehari menjelang kepulangan ke tanah air. Saya ingat batuk itu juga disertai demam, sehingga sejak di bandara Jedah, hingga sekitar 9 jam di pesawat saya hanya tidur, karena meriang dan lemas.

Kami adalah haji gelombang pertama, jadi kami mendarat di Medinah, menjalani sunat arbain selama 8 malam, lalu baru berangkat ke Mekah. Selama di Medinah saya sehat-sehat saja. Tiga hari menjelang ke Mekah sudah mulai banyak teman satu kloter yang terserang batuk, demikian juga jemaah dari provinsi lain ataupun dari negara lain. Jadi sudah hal yang lumrah saat salat berjamaah mendengar batuk yang saling bersahutan di dalam masjid. Sampai di Mekah penderita batuk semakin banyak, pada posko kesehatan yang disediakan di hotel umumnya keluhan jemaah adalah batuk dan demam.

Suami saya sudah mendapat batuk setelah tiga hari di Mekah. Setelah minum obat batuk, Alhamdulillah batuknya mereda, tapi kemudian datang demam yang membuat badannya meriang dan hidungnya meler. Saya sendiri alhamdulillah masih belum disapa batuk, apakah ada hubungannya dengan air jeruk nipis hangat yang saya minum setiap bangun tidur? Saya membawa satu kilo jeruk nipis, dan setiap hari saya meminum perasan airnya yang saya campurkan ke segelas air hangat.

Hari ini 2 pekan setelah berada di Arab, jeruk nipis saya sudah habis, saya ingin menggantiya dengan lemon, tapi tidak bertemu toko yang menjual lemon, lagi pula saya hanya mencari di toko yang ada di lobby hotel, dan toko sekitar hotel. Semoga saya bisa menemukan penjual lemon untuk pengganti jeruk nipis.

Batuk yang dialami para jemaah tentu berkaitan dengan suhu dan kelembaban udara. Di Arab udara kering, karena kelembaban udara hanya sekitar 25%, bandingkan dengan di tanah air yang bisa mencapai 90%. Selain itu suhu udara luar bisa mencapai 45 derajat celcius, sementara di hotel udara full AC, di mana saja, kecuali di atap hotel tempat menjemur pakaian. Ditambah dengan kurangnya asupan air yang masuk ke tubuh, maka akumulasi itulah yang memicu terjadinya batuk pada jemaah.

Saya tak ingin takabur, tapi alhamdulillah sampai dua pekan ini saya belum batuk, walau badan rasanya juga tidak fit 100%, terutama lutut saya yang tetap terasa nyeri. Saya berdoa setiap salat, agar pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina dapat saya dan suami ikuti dengan sehat dan lancar.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post