Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Botol Plastik pada Pelaksanaan Ibadah Haji

Botol Plastik pada Pelaksanaan Ibadah Haji

Setiap pemberian makanan tiga kali sehari pada jemaah haji, maka diiringi dengan pemberian air minum dengan botol plastik. Ada botol plastik ukuran 600 ml, ada yang ukuran 330 ml. Pemberian air minum diberikan melebihi jumlah jemaah yang ada. Di kabupaten Pasaman barat ada 317 jemaah, maka setiap waktu makan ada minimal 317 botol air minum yang diberikan.

Sementara jemaah juga ditambah dengan pembimbing dan petugas kesehatan, maka tentu jumlah botol plastik air minum itu bertambah lagi. Hotel yang saya tempati ada 15 lantai yang dihuni jemaah dari berbagai daerah, Bayangkan jumlah sampah botol plastiknya setiap hari, karena jemaah umumnya berada di Madinah selama Sembilan hari.

Saya selama ini selalu ketakutan dengan efek sampah plastik, sehingga sehari-hari membawa bekal air minum dalam botol kaca. Saya juga bisa dikatakan anti dalam pemakaian sterofom, sehingga saat membeli pecel ayam yang menjual memandang aneh saat saya meminta dibungkus dengan kertas nasi.

Botol platik bekas pemakaian jemaah haji diambil dari setiap kamar oleh petugas kebersihan. Kemana setelah itu? Saya tidak tahu, mau bertanya tidak tahu caranya karena para pekerja itu orang Bangladesh yang kemampuan bahasa Inggrisnya juga minim.

Saya berharap ada tindakan yang menyelamatkan lingkungan untuk botol platik yang terkumpul jutaan buah setiap harinya itu. Apakah di Madinah ada pemulung juga? Entahlah, tapi saat naik bus dari bandara menuju hotel,sekilas saya melihat di pinggir jalan seorang laki-laki memanggul kantong besar di bahunya, ala-ala pemulung di tanah air. Apakah dia pemulung? Saya juga tidak tahu.

Seandainya bukan dengan botol plastik dengan apa lagi caranya jemaah haji ini minum? Dispenser ada di setiap lorong hotel, tetapi tentu akan ada antrean yang panjang setiap waktu makan. Bila gelas yang digunakan untuk dispenser juga gelas plastik, efek yang timbul ya sama saja.

Saya yakin di Arab Saudi banyak para pakar yang tentunya juga telah memikirkan hal ini. Memikirkan jalan keluar yang aman untuk lingkunghan agar terhindar dari tumpukan sampah plastik.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post