Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Dipisahkan Dinding
Sumber: Pribadi

Dipisahkan Dinding

Setiap orang tentu berharap dapat menunaikan ibadah haji dengan pasangannya. Tetapi ada banyak hal yang menghalangi hal tersebut. Ada pasangan yang memutuskan berangkat haji berbeda waktu agar bisa mengurus anak bergantian di rumah, terutama bila anak-anak mereka masih usia sekolah.

Ada yang sudah dipisahkan oleh maut, atau berpisah karena ketidak cocokan, sehingga harus berangkat sendiri. Beruntung bila orang tua ditemani anak yang sudah dewasa, lebih baik lagi bila anak itu jenis kelaminnya sama dengan orang tuanya, karena mereka bisa satu kamar, sehingga si Ibu atau ayah dapat diurus oleh anaknya.

Saya di Mekah satu kamar berempat, tiga diantara kami berangkat dengan suami masing-masing, sedangkan satu lagi seorang ibu yang sudah lebih tua dari saya yang suaminya sudah meninggal, berangkat haji dengan anak laki-lakinya.

Apakah saya bisa mengurus suami ? Ternyata tidak bisa sepenuhnya. Di Mekah kamar saya dan suami bersebelahan, saya kamar 11056 sedangkan suami kamar 11057, jadi kami hanya dipisahkan dinding. Tetapi suami tentu membuat minuman sendiri, karena tidak mungkin saya masuk ke kamarnya membuatkan minumannya.

Untuk mencuci kami bekerja sama. Saat di Medinah tidak disediakan mesin cuci dan tempat jemuran, jadi saya bekerja sendiri, saya cuci pakaian di kamar mandi pakaian suami dan saya jemur di jendela kamar. Di Mekah disediakan mesin cuci dan tali jemuran, saya mencuci sedangkan suami menjemur dan mengangkat jemuran yang telah kering.

Kami hanya berdekatan di bus bila sedang mengadakan wisata religi, atau janjian keluar hotel untuk jalan pagi setelah salat subuh. Selain itu ya urus diri sendiri-sendiri. Sekelebat saya melihatnya saat menuju masjid atau musala hotel. Kok perasaan kami jadi kaya abege lagi ya, jadi syahdu merindu, padahal kami hanya dipisahkan oleh dinding kamar saja.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post