Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kegiatan di Arafah

Kegiatan di Arafah

 

Hari saya pada Selasa 27 Juni 2023 dimulai dengan salat tahajut sekitar pukul 02.30. Antrean di toilet pada dini hari itu tidak terlalu ramai, tapi yang jelas saya bukan yang pertama.

 

Ada 10 bilik di toilet, dan hanya satu yang toilet duduk. Nyeri lutut membuat saya harus memilih toilet duduk, dan saya harus mengalah pada pengguna kursi roda dan wanita yang lebih tua yang berjalan tertatih dengan tongkat.

 

Mekah di musim panas dengan suhu 45 derajat celcius, sungguh terasa teriknya saat menunggu antre di toilet, walau sudah memakai payung. Sementara di angkasa, sebuah  helikopter tak berhenti berputar memantau keadaan Arafah.

 

Puncak wukuf di Arafah adalah khutbah wukuf yang diberikan sebelum  salat zuhur yang dijamak dengan asyar, masing-masing dua rakaat. Setelah itu ada doa yang dipimpin imam.

 

Waktu muhasabah diri terganggu dengan makan siang yang baru datang pukul 14.00. Sebaiknya makan siang diberikan sebelum salat, sehingga setelah salat masing-masing jemaah bisa konsentrasi zikir, membaca quran dan berdoa mengisi waktunya. Kita berprasangka baik saja, lalu lintas Mekah menyebabkan hambatan gerak angkutan catering.

 

Saat saya ke toilet setelah makan siang, sekitar pukul 15.00, seorang jemaah dari Balik Papan yang sama antre di toilet mengatakan sampai saat ini di maktabnya belum dapat makan siang.

 

Suasana di maktab tentu tidak senyaman hotel. Kasur yang tersusun rapat tanpa celah, pendingin udara yang tidak merata, barang bawaan yang bertumpuk, serta toilet yang antre.

Saya berusaha tidak mengucapkan kata keluhan. Saya tamu Allah, tidak pantas saya mengeluh pada pelayanan yang Dia berikan.

 

Seorang jemaah berusia 60-an dua kasur di samping saya sejak pagi mengomel terus karena kehilangan barang, pisaunya hilang, sendoknya hilang, terakhir tasbihnya. Dia sampai menangis tersedu-sedu, sambil mengomel mengapa semua barang-barangnya hilang.

 

Saya tentu mengatakan saya tidak tahu apa-apa tentang barang-barang itu. Sambil menangis dia menjawab, "Hilangnya dekat sini, bukan di sana". Saya tidak tahu apa tetangga sebelahnya jadi tersinggung pula mendengar komentarnya. Ujian selama haji memang banyak jenisnya.

 

Malamnya salat magrib dijamak dengan Isya, setelah itu kami akan pindah bermalam di Muzdalifah untuk mengumpulkan kerikil. Semoga saya sehat dan kuat menjalaninya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post