Rashid
Petugas kebersihan di hotel atau di masjid di Arab Saudi umumnya adalah pekerja berkebangsaan Bangladesh. Di luar masjid Nabawi di Madinah atau di masjid Haram di Mekah mereka akan berdiri di halaman masjid dengan posisi yang jelas terlihat seperti meminta sedekah, menunggu kedermawanan para jemaah yang pulang dari masjid.
Untukpekerja kebersihan di kamar hotel mereka mengganti seprai sekalisepekan dan menyedot debulantai,makabiasanya saya dan teman sekamar akan menyisihkan beberapa real untuk menghargai jerih payahnya.
Pekerja kebersihan di lantai 11 tempat kami tinggal di Mekah juga orang Bangladesh, usia20-n,katanya belum menikah.Saya tanya namanya, katanya Muhammad Rashid ada nama keluarga setelah itu,tapi saya tidak begitu menyimak, kalau tak salah dengar Dallum atau seperti itulah, yang jelas kami memanggilnya Rashid.
Saya ingat anak bujang saya yang juga mencari nafkah dengan merantau ke Bandung, masih satu negara dengan kami, walau sudah beda pulau. Anak-anak muda Banglasdesh mencari kehidupan yang lebih baik dengan merantau ke negara lain, cukup jauh dari kampung halamannya.Saat Rashid mengganti seprai kamar kami, saya mengeluarkan uang dua real, lalu teman-teman sekamar yang tiga orang lagi mengikuti jejak saya. Saya tidak tahu jumlahnya berapa, lalu menyerahkan pada Rashid.
Kemarin sore ada hal yang membuat saya cukup terharu, ada ketukan di kamar kami. Di pintu kamar ada Rashid, dia mengatakan sesuatu yang tentu saja saya tak paham karena dia berbahasa Bengali. Saya pikir dia akan membersihkan toilet, lalu saya ketuk pintu toilet agar teman yang di dalam segera keluar.
Rashid menggoyangkan tangannya, lalu menunjuk HPnya.
“Mama..mama…”
Oh, baru kami paham, ada mamanya di HP, dan dia mengenalkan kami pada mamanya yang sedang video call dengan dia.
Di layar kami melihat seorang perempuan 50-an berkerudung dan tertawa mengucap assalamualaikum. Kami menjawab salamnya. Perempuan itu terdengar bicara lagi yang tentu saja kami tak paham, dan kami hanya membalas dengan tersenyum.
Barangkali Rashid terkesan dengan kami sehingga sampai menceritakan kami di kamar ini pada ibunya. Hal ini membuat perasaan haru dalam hati saya. Silaturahmi bisa terjalin pada siapa saja, walau beda negara dan beda bahasa.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
